Forum Diskusi Wartawan DI Sekretariat DPRD DIY

forum diskusi wartawan dprd diy (3)Jogja, dprd-diy.go.id – Dalam rangka peningkatan destinasi pariwisata DIY, DPRD DIY menggelar Forum Diskusi Wartawan pada Jum’at (26/2/2016). Sekitar 40 wartawan mengikuti diskusi dengan khidmat. Dalam kesempatan ini, Arif Noor Hartanto Wakil Ketua DPRD DIY mengutarakan harapannya, agar destinasi pariwisata DIY tidak sekedar banyak, melainkan memiliki mutu dan kualitas yang baik. Inung sapaan akrab Arif Noor Hartanto mencontohkan obyek wisata Kalibiru yang berada di Kulonprogo, jalannya menanjak dan miring. Perlu ada pengaturan waktu untuk pengunjung yang akan mengunjungi obyek wisata tersebut dan pengunjung yang hendak kembali dari Kalibiru. “Perlu pembagian jadwal waktu antara pengunjung yang naik dan pengunjung yang turun”, ujarnya.

Hampir dua jam Forum Diskusi Wartawan digelar. Sugeng Purwanto dari Bidang Perekonomian Bappeda DIY forum diskusi wartawan dprd diy (10)mengutarakan poin-poin menarik destinasi pariwisata DIY. Pertama, lingkungan dan keamanan sosial serta politik DIY yang stabil. Kedua, biaya hidup murah. Ketiga, beragam destinasi pariwisata yang lokasinya berdekatan. Keempat, keramahan masyarakat DIY dan kelima, aksesibilitas mudah dan terjangkau.

Hal lain yang ditekankan oleh Sugeng adalah terkait dengan masalah koordinasi. “Koordinasi itu mudah diucapkan, tapi sulit pelaksanaannya”, katanya. “Tujuan wisata itu fokusnya pada pemerintah Kabupaten”.

Setyawan Kresna Edy, Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dari Dinas Pariwisata DIY mengemukakan bahwa perkembangan kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara sudah melampaui target yang dicapai. Namun sayangnya bahwa SKPD yang lain khususnya SKPD yang menangani transportasi seolah belum siap untuk menyambut banyaknya para wisatawan tersebut.

Kampung wisata juga turut disinggung dalam diskusi tersebut. Alasannya, kampung wisata menjadi daya tarik wisman karena sifatnya yang alami. Banyaknya plang kampung wisata menjadi keprihatinan tersendiri, karena tidak diimbangi dengan suguhan wisata yang memadahi. Artinya, pendirian kampung-kampung wisata belum memiliki standar dalam pewujudannya.

Destha Titi Raharjana dari Puspar UGM menyatakan bahwasanya sampai saat ini pariwisata DIY belum dapat menjadi tujuan utama pariwisata. Artinya pariwisata DIY masih sekedar menjadi ampiran para wisatawan. Ia berharap, budaya-budaya DIY dikemas tidak hanya di daerah tertentu. Melainkan, para wisatawan dapat menemukan dimana saja. Seperti sanggar seni dan kebudayaan lainnya. “Fasilitasi seni dan kebudayaan dapat diambilkan dari dana keistimewaan.” Tuturnya.

forum diskusi wartawan dprd diy (11)forum diskusi wartawan dprd diy (6)forum diskusi wartawan dprd diy (5)forum diskusi wartawan dprd diy (2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*