DPRD DKI Pelajari Tugas dan Fungsi Kedewanan DIY

Yogyakarta – Jum’at (27/10) pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB, DPRD DIY menerima kunjungan kerja dari anggota DPRD DKI Jakarta dalam rangka mencari informasi terkait tugas dan fungsi kedewanan. Kunjungan yang digawangi Abdul Ghoni diterima baik Dharma Setiawan Pimpinan dan  Suroyo dari Fraksi Gerindra.

Abdul Ghoni menceritakan pengalamannya saat berkunjung di Surabaya. Ia sangat iri dengan sistem pemerintahan di Surabaya yang dinilai sangat menyatu dengan Sekwan, DPD, dan komisi-komisi. “Kami sangat iri dengan Surabaya yang memiliki ketua-ketua yang sangat menyatu, jadi semuanya sudah diatur”, ungkapnya.

Keterjalinan hubungan yang menyatu tersebut dipandang Abdul Ghoni tidak hanya terjadi di Surabaya, begitu juga dengan DIY. DIY dipandang sangat komunikatif sehingga sebuah persepsi mudah dibangun untuk kemudian ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

Menanggapi hal tersebut Suroyo mengakui jika DIY antara sekwan dengan dewan terjalin komunikasi yang efektif, begitu juga antara dewan dengan SKPD atau antara legislatif dengan eksekutif. “Tidak jauh berbeda dengan hubungan antar instansi di Surabaya, di DIY hubungan dengan Sekwan sangat bagus yang berarti komunikatif. Sedangkan kalau di kota, hubungan dengan gubernur juga sangat baik.” Jelas Suroyo.

Berbeda dengan DKI Jakarta, Abdul Ghoni mengatakan bahwa permasalahan yang ada justru kesimpang siuran pemberitaan media mengenai pelaksanaan paripurna. Untuk itu DPRD DKI Jakarta dan instansi lainnya, mencoba untuk melakukan terobosan-terobosan untuk mencegah simpang siur berita dan untuk menjaga kebersamaan antara gubernur dan legislatif-legislatif lain.

Pembahasan selanjutnya beralih ke persoalan-persoalan pembangunan. DPRD DKI Jakarta mengaku mengandalkan Yogyakarta mengenai pembangunan. Sedangkan Yogyakarta, merasa banyak mendapatkan pelajaran dari pilkada DKI beberapa waktu lalu, seperti posko-posko yang sangat terkondisikan dengan baik.

Kemudian seputar Tenaga Ahli (TA) yang dipertanyakan pihak DKI, DPRD DIY menjelaskan tidak adanya pengurangan TA, malah DPRD DIY mengajukan penambahan. Karena dari dulu DPRD DIY selalu mengalami kekurangan pada jumlah anggota. (BAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*