AKMAL MALIK DUKUNG KEMAJUAN DIY

otsus akmalKamis (1/10) Akmal Malik dari Kasubdit Otsus berkunjung ke DPRD DIY guna mendengarkan permasalahan DPRD DIY. Ditemani Cornel T. Sout dari DIPK dan Imam Akbar dari Kemendagri, Akmal Malik menyatakan dukungannya terhadap kemajuan DIY. “Orang mengatakan yang paling seksi di DIY adalah Danais. Namun menurut kita yang paling fundamental dan seksi adalah nilai-nilai hukum.” Kata Arif Noor Hartanto, S.IP wakil pimpinan DPRD DIY.

Inung sapaan akrab Arif Noor Hartanto S.IP mengaku dalam penyusunan progam dan kegiatan DIY adalah buah pemikiran bersama antara eksekutif dan legislasi. Hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang No. 13.

Adapun terkait anggaran yang belum terserap secara maksimal, Inung membeberkan rencana DPRD DIY untuk membahas secara detail serta memikirkan bersama pihak-pihak terkait. “Dari sisi perencanaan juga perlu di evaluasi.” Ungkap Inung. “Jangan-jangan tidak terserapnya anggaran secara maksimal bukan karena birokrasi yang tak mampu menjalankannya, melainkan karena dari perencanaannya sudah terdapat ketidak tepatan.” Tambah Inung.

Muhammad Zuhrif Hudaya, ST politikus dari fraksi PKS yang juga Bapemperda menyoroti kendala kekurangan anggaran. Ia berharap Peraturan Dewan (Perwan) yang telah di buat salah satunya tentang pengawasan dapat terealisasi. Perwan dinilai penting agar masing-masing dewan memiliki payung hukum.

Dewan sebagai pengawas tidak dapat melakukan pengawasan secara optimal ketika anggaran kecil. Dharma setiawan, MBA mengungkapkan dalam pengawasan dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang melakukan penelitian dan surve lapangan selama proses pelaksanaan progam sehingga kendala lapangan dapat segera ditangani.

Di akhir diskusi, Akmal mengungkapkan kelemahan Perda yang tidak diimbangi sangsi yang kuat. “Pengawasan akan kuat jika Perda kita juga kuat.” Tutur akmal. Ke depan, Akmal berharap antara kebutuhan pelaksanaan progam dan anggaran progam dapat seimbang. Sehingga, anggaran sepertihalnya Danais dapat terserap sebagaimana mestinya. (S)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*