Aksi  Unjuk Rasa Kawal Hari Tani Nasional

DSC_0667Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam dewan Mahasiswa Pertanian Universitas Gadjah Mada, Kesatuan Aksi mahasiswa Rakyat dan Petani (KAMRAT), serta Komite Perjuangan Rakyat Yogyakarta melangsungkan aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD DIY pada Rabu (24/09) siang dalam rangka memperingati hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September. Pada kesempatan ini, Danang Wahyu Broto dari Fraksi Gerindra menyempatkan menemui di sela-sela pembahasan pansus. Disusul oleh Chang Wendryanto dan Bambang Chrisnadi dari Fraksi PDIP, Huda Tri Yudiana anggota FPKS, Hery Sumardiyanta dan Anton Prabu Semendawaia anggota Fraksi Gerindra, serta H. Sukamto dari fraksi PKB.

Dalam orasinya mereka menyoroti menyempitnya lahan pertanian yang mengakibatkan produksi pangan yang menurun. Pemerintah didesak untuk dapat mengatasi permaslahan tersebut secara serius dan mengawal AEC 2015. Mahasiswa sebagai agent of change memiliki peran sangat penting untuk mengawal kebijakan pro rakyat guna menuju Indonesia yang berdaulat. uU Agraria juga turut menjadi perhatian, implementasi UU Agraria yang berpihak kepada rakyat dan melindungi petani dari perampasan tanah dianggap tidak pernah dilaksanakan. Oleh karena itu, pemerintah harus dapat meningkatkan implementasi terhadap UU Agraria untuk melindungi kaum petani.

Alfan salah seorang pengunjuk rasa dari KAMRAT, menyampaikan penolakan terhadap UU Penanaman Modal Asing dan Perpres MP3EI yang merampas Tanah Rakyat seperti kasus di beberapa daerah seperti di Kulonporogo tanah pertanian untuk proyek pasir besi dan rencana pembangunan bandara, belum lagi Rancangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan lebih menyengsarakan petani sebab teknologi yang dimiliki tertinggal terlampau jauhdari petani Asean lain. Menanggapi hal tersebut, DPRD DIY mengajak mahasiswa untuk bersama-sama dapat berkomunikasi demi kepentingan masyarakat khususnya petani. Karena bahwasanya seluruh Undang-Undang yang ada harus sesuai dan berpihak kepada rakyat. “dengan adanya Yogyakarta dengan keistimewaannya, maka mahasiswa diharap juga memiliki keistimewaan dalam menyampaikan aspirasi. Aspirasi dapat disampaikan secara terbuka dengan mengirimkan surat kepada kami agar dapat dilakukan diskusi secara terbuka tidak perlu panas-panasan”, harap Sukamto sekaligus menutup acara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*