Kebanyakan Hanya Urun Angan, bukan Turun Tangan

anis baswedan pidatoJogja, dprd-diy.go.id – Kamis (19/05/2016), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan sarasehan pendidikan bertajuk “Bangkit Membangun Karakter Bangsa” bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan Ph.D., Anggota Komisi X DPR RI, Dinas Pendidikan DIY, ratusan anggota Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) dari 10 provinsi dan anggota DPRD DIY. Berlokasi di ruang Rapur dan ruang loby lantai 1, pertemuan ini berfokus kepada perbaikan karakter siswa melalui proses pembiasaan dan keteladanan.

Anies Baswesdan, Menteri Pendikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,  menegaskan bahwa ia akan selalu siap untuk menerima PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) setiap ada kesempatan. Namun berkali-kali pertemuannya dengan PGSI tertunda karena belum adanya kesempatan. ”Rencana untuk bertemu dengan pengurus PGSI lunas hari ini”, ungkap Anies Baswesdan. Demikian juga ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga disampaikan oleh Anies Baswesdan kepada Pimpinan DPRD DIY yang telah memfasilitasi pertemuan ini.

Dalam sambutannya, Anies menyampaikan bahwa masalah utama yang dihadapi khususnya oleh PGSI adalah masalah kesejahteraan. “Setiap kali saya bertemu dengan Bu Esti Wijayati ini, beliau selalu yang ditanyakan kepada saya adalah masalah kesejahteraan guru, terutama guru swasta,” ungkapnya. Anies menegaskan bahwa masalah-masalah yang dihadapi di dunia pendidikan adalah masalah yang sifatnya berulang. Apabila tidak dilakukan pembiaran, maka masalah tersebut tidak akan menjadi menumpuk. Oleh karena itu, Anies menegaskan bahwa inilah saatnya masalah yang dihadapi di dunia pendidikan itu dapat diselesaikan satu persatu.

“Kebanyakan dari kita ini lebih banyak kepada urun angan (urun rembug), sementara yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah dihadapi di dunia pendidikan ini adalah turun tangan, hanyal selisih huruf t saja,’’ ungkapnya. Anies menghendaki agar kita lebih banyak untuk bekerja dan berbuat untuk mengatasi permasalahan di dunia pendidikan. Masalah yang dihadapi, di dunia pendidikan, tegasnya, adalah masalah yang bersifat substantif dan manajemen.

Setiap muncul permasalahan, Anies meminta agar segera diselesaikan sesegera mungkin. “Sampaikan segera masalah tersebut untuk diselesaikan,” tegasnya. Masalah-masalah yang bersifat administratif, Anies berjanji akan segera menyelesaikannya sesegera mungkin. “Namun, kami butuh waktu. Karena untuk mengubah sebuah sistem itu ada tahapan yang harus dilalui”, tambahnya.

Dalam acara dialog dengan PGSI, Anies berharap bahwa guru-guru di Indonesia tidak jadi guru yang biasa, tetapi menjadi guru yang selalu dikenang karena kehadirannya menginspirasi siswanya. Anies juga menekankan pentingnya sikap seorang guru – bahwa karakternya bisa bertumbuh bersama karakter siswa.

Mendikbud Anies juga mengaku prihatin bahwa saat ini integritas atau tingkat kejuruan bangsa Indonesia belum mendapatkan posisi yang baik di mata internasional, dengan beberapa toko daring (Online) luar negeri yang tidak menjual atau mengirim barangnya ke Indonesia. Dengan kasus penipuan daring yang dilakukan oleh anak Indonesia menggambarkan kepentingan terhadap memberikan pendidikan ke anak di Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan bisa menumbuhkan budaya yang benar dan terlihat bagus pada  panggung internasional.

Ia juga mengatakan bahwa Ia menegaskan akan meminimalisir kebocoran anggaran, terutama Dana Alokasi Khusus (DAK). “Kebocoran tersebut merupakan warisan sejak sepuluh tahun yang lalu. Karena itu, kami akan menggunakan empat sistem untuk meminimalisir kebocoran,” kata Anies.

Anggota Komisi X DPR DI Esti Wijayati dan kepala Dinas Pendidikan Baskara Ali juga mengumandang isu-isu ditujukan oleh Mendikbud Anies Baswedan.  Esti Wijayati mengatakan maraknya kasus DAK dan Bantuan Operasional Sekolah BOS selama 2006-2015 sebagaimana diungkap Indonesia Corruption Watch (ICW), perlu mendapatkan perhatian serius. Kepala Dinas Pendidikan Baskara Aji mengatakan praktek korupsi memang semakin banyak jumlah kasusnya sering meningkatnya alokasi dana Pendidikan.

Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana mengucapkan terima kasih kepada peserta sarasehan pendidikan dan berharap hasil dari sarasehan Pendidikan ini akan menunjukkan melalui perbaikan dalam pendidikan anak didik pada generasi yang sedang berjalan dan masa depan.(ts)

anies baswedan dprd diy sarasehan Bangkit Membangun Karakter Bangsa youke (6)
Anggota Komisi X DPR DI Esti Wijayati
anies baswedan dprd diy sarasehan Bangkit Membangun Karakter Bangsa youke (3)
audiens memberikan apresiasi
anies baswedan dprd diy sarasehan Bangkit Membangun Karakter Bangsa youke (1)
Yoeke indra agung L memberikan pidato

 



 

 

 

 

anies baswedan dprd diy sarasehan Bangkit Membangun Karakter Bangsa youke indra (4)
yoeke indra agung L. membuka sarasehan dengan memukul gong

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*