Audiensi BEM UGM terkait RUU PILKADA

Senin (15/9). Di ruangan Rapat paripurna lantai 2 DPRD DIY Badan Eksekutif Mahasiswa keluarga mahasiswa (BEM KM) Universitas Gadjah Mada ber Audiensi dengan anggota DPRD DIY.

Ketua BEM KM UGM Adhitya Herwin, menjelaskan Maksud dan tujuan BEM KM UGM untuk ber Audiensi, terkait polemik Rancangan Undang-Undang PILKADA dan untuk mendapatkan DPRD DIY TERHADAP RUU PILKADA ini.

Ata dari Kajian Strategis BEM KM UGM menjelaskan latar belakang datang kemari, Sebagaimana mekanisme pemilihan yang akan diwakilkan oleh DPRD didaerah kami ingin mendapatkan pendapat dari Bapak dan Ibu dewan terkait isu ini.  RUU PILKADA tidak menjelaskan mekanisme pemilihan kepala daerah belum jelas. Kami juga ingin secara objektif menerima pendapat dari dewan DPRD dan tidak memihak pada satu partai politik karena kami bukan partisan politik kami menjaga independensi kami hal-hal seperti ini perlu adanya kajian.

Audiensi dipimpin oleh Yoeke Indra Agung Laksana dan Arif Noor Hartanto Hadir juga anggota dewan Muhammad Zuhrif Hudaya, Nur Sasmito, Hery Sumardianto.

Yoeke Indra Agung Laksana sebelum memulai acara menjelaskan bahwa format audiensi merupakan forum dimana “kita” anggota dewan dalam kesempatan ini menerima semua masukan atau aspirasi. Untuk pendapat-pendapat yang terucap merupakan pendapat masing-masing.

Zuhrif Hudaya, kami akan menampung aspirasi dari teman-teman dari BEM KM UGM namun terkait isu ini saya pribadi tidak bisa mewakili dari institusi apabila memberikan pendapat menjadi tidak pas apabila dalam audiensi ini saya berpendapat pribadi namun saya sangat terbuka untuk teman-teman datang ke Fraksi atau DPD partai.

Senada Hery Sumardianto, partai saya juga terbuka.  Kita juga masih terus berdiskusi berkaitan isu ini, karena hal ini dapat ditinjau berbagai kajian.

Yoeke Kami akan fasilitasi untuk ke teman-teman BEM KM berdiskusi dengan fraksi-fraksi menyampaikan mengirimkan surat yang diteruskan kepada fraksi-fraksi di DPRD DIY untuk datang di acara teman-teman di FGD acara yang sejenis untuk berdiskusi berkaitan dengan isu tersebut. Dengan format seperti ini tidak bisa memberikan pendapat selain perwakilan Fraksi tidak hadir semua.

Yoeke juga menyampaikan, mengharapkan kajian-kajian seperti ini dalam isu-isu lokal selain isu Nasional kita membutuhkan diskusi seperti ini.

Presiden BEM UGM Yogyakarta Adhitya Herwin mengatakan dukungan terhadap pemilihan langsung belum menjadi sikap resmi organisasi nya, karena kedua mekanisme yang diperdebatkan yakni pemilihan langsung dan perwakilan melalui DPRD, sah dan demokratis. (hms/az)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*