Audiensi dari Panitia World Kidney Day 2018  

elasa (6/3) telah berlangsung audiensi dari Panitia World Kidney Day 2018 yang dipimpin oleh dr. Heru Prasanto, Sp.PD-KGH selaku Ketua Panitia dari acara tersebut. Audiensi ini bertempat di Ruang Lobby Lantai 1 Gedung DPRD DIY yang diterima langsung oleh Arif Noor Hartanto, S.IP selaku Wakil Ketua DPRD DIY. Audiensi ini terkait dengan akan diselenggarakannya acara Celebration of World Kidney Day 218 yang merupakan kegiatan promotif tentang kesehatan ginjal yang akan disampaikan kepada tenaga kesehatan di PPK 1 (pemberi pelayanan kesehatan tingkat pertama seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Disampaikan olh dr. Rini Sunaring Putri, M.Kes slaku Dirktur SDM dan Pndidikan RSUP Dr Sardjito bahwa RSUP Dr. Sardjito selalu menjadi rujukan terakhir pasien-pasien yang sudah akut untuk penyakit ginjal, maka dari itu harus bisa membackup biaya kesehatan yang cukup tinggi. Hal yang menjadi perhatian mereka adalah kendala tenaga kesehatan PPK 1 yang memang terbatas fasilitas dan sarana penunjang untuk melakukan sejumlah penanganan kesehatan di Puskesmas dan akhirnya merujuknya langsung ke RSUP Dr. Sardjito.

Selanjutnya disampaikan oleh dr. Heru Prasanto, Sp.PD-KGH selaku Ketua Panitia World Kidney Day 2018 bahwa dalam acara ini juga diadakan seminar kepada seluruh perangkat dokter puskesmas dan diberikan pelatihan terkait screening dini sebuah penyakit.

“Harapan kami sangat besar dengan digelarnya rangkaian acara World Kidney Day 2018 ini, kami ingin garda paling depan yaitu PPK 1 untuk bisa melakukan pencegahan penyakit di masyarakat,” tutur dr. Heru.

Sebuah talkshow akan diadakan pada tanggal 18 Maret 2018 untuk warga masyarakat dan pasien gagal ginjal dengan inti acara tersebut adalah mengajak semua pihak untuk berpola hidup sehat.

Arif Noor Hartanto, S.IP selaku Wakil Ketua DPRD DIY menyambut baik dan mendukung untuk mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat. Pihaknya akan mendorong Dinas Kesehatan untuk terus memberi penyuluhan yang cukup kepada masyarakat karena sangat penting bagi upaya pencegahan pada lapisan pertama di masyarakat.

“Saya juga memastikan bahwa Puskesmas itu bukan Rumah Sakit fungsi utamanya lebih banyak untuk pencegahan dini terhadap masyarakat melalui promotif dan penyuluhan kesehatan,” tutur Arif. (wn/mc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*