Audiensi Dengan Pengurus Serikat Kerja Crew PT. Jogja Tugu Trans Yogyakarta

Jogja, dprd-diy.go.id – Audiensi dilaksanakan pada hari Kamis (3/8/2017) di ruang transit DPRD DIY pukul 10.00-11.00 WIB, dihadiri oleh Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana. Audiensi diawali dengan paparan permasalahan yang dibacakan oleh Totok Yunanto dan Panut Santoso dari Serikat Pekerja Crew PT JTT.

Permasalahan pertama yaitu mengenai dirumahkannya crew sebanyak kurang lebih 120 orang. Dengan tidak diijinkan lagi bus lama dioperasikan karena dinilai sudah tidak layak dan harus diganti baru. Sementara pemberitahuan oleh PT. AMI kepada PT. JTT baru dilakukan pada awal Februari 2017. Dari situ menurut Pengurus Serikat Pekerja PT. JTT sangat mustahil bisa melakukan pengadaan atau pemesanan bus dalam kurun waktu 2 bulan, yang pada akhirnya mereka harus menanggung beban untuk dirumahkan.

Permasalahan kedua yaitu mengenai gaji. Gaji yang hampir 3 tahun tidak ada kenaikan, sementara UMR sudah mengalami kenaikan 3 kali. Menurut Serikat Pekerja Crew PT. JTT struktur gaji setiap tahun harus ada kenaikan, karena apabila tidak ada, gaji yang didapat akan lebih rendah dari UMR.permasalahan yang ketiga yaitu mengenai manajemen operasionalnya. Operator yang dipegang oleh PT.AMI menimbulkan kekhawatiran Serikat Pekerja Crew PT. JTT. Totok berpendapat bahwa PT. JTT pun sebenarnya mampu untuk memegang kendali operator. Permasalahan keempat mengenai permasalahan surat ijin trayek.

Dengan adanya paparan permasalahan tersebut Huda menanggapi. Yang pertama mengenai permasalahan operator. Babnya regulasi itu ada dipusat dan memiliki 2 cara. Yang pertama lewat BUMD yang berarti melalui PT. AMI, dan yang kedua lewat lelang. Dengan melalui lelang PT. JTT dianggap belum mampu untuk unggul. Yang kedua tentang dirumahkannya crew sebanyak 120 orang. Huda menjelaskan bahwa terdapat anggaran yang telah disediakan masih sisa 20 M. keterlambatan pengadaan ini menimbulkan tidak adanya efisiensi dana yang telah diberikan. Selain itu ada permasalahan kontrak yang terjadi PT. AMI dan PT. JTT. Huda menghimbau adanya kontribusi yang harmonis antara PT. AMI dan PT. JTT.

Dharma memberikan solusi untuk permasalah yang ada. Menurut Dharma, Dinas Perhubungan tidak berhasil untuk mendorong PT. AMI bekerja dengan sesuai. Dengan adanya permasalah ini perlu diadakannya audit di Dinas Perhubungan, serta evaluasi kinerja antara Dinas Perhubungan dengan PT.AMI supaya jelas. Permasalahan ini lebih baik dibahas secara komisional. Dengan membuat pertemuan selanjutnya yaitu antara Dinas Perhubungan, komisi C dan karyawan PT.JTT.

Rapat diakhiri, dengan himbauan kembali oleh Yoeke untuk Pengurus Serikat Crew PT. JTT membuat draft permasalahan-permasalahan yang ada, dan ditindak lanjuti dengan solusi yang diberikan oleh Dharma.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*