AUDIENSI PENGURUS PARBASI DIY (TIM BASKET YUNIOR DIY)

Yogyakarta (17/11/2017).  Pengurus sekretariat parbasi DIY melakukan audiensi ke kantor DPRD Provinsi DIY yang disambuat langsung oleh ketua DPRD Bapak H. Yoeke Indra Agung Laksana dalam kesempatan audiensi kali ini pengurus parbasi DIY membahas permasalahan mengenai perkembangan bola basket di DIY, khususnya pada tim-tim junior yang ada di DIY, koordinator dari parbasi ya itu Bapak Singgih mengatakan bahwa saat ini ada kendala yang di hadapi oleh parbasi DIY dalam mengembangkan bola basket di DIY khususnya bagi para tim tim junior di DIY  yang mempunyai potensi yang besar untuk di kembangkan, masalah utama yang di hadpi adalah  mengenai dana yang masih sangat minim dari pemerintah dan juga sarana dan prasarana khususnya tempat untuk latihan yang masih sangat kurang, ini menjadi kendala saat tim tim basket DIY mempersiapkan diri dalam ajang turnamen turnament nasional. Menurut bapak singgih untuk latihan saja kita tidak mempunyai lapangan yang tetap karena biasanya lapangan yang digunakan untuk latihan itu disewakan jadi harus menunggu slot apakah kosong apa tidak ini menjadi permasalahan dalam setiap latihan.

Bahkan bapak singgih mengatakan bahwa pernah mengajukan dana ke pada KONI sekitar 70 juta rupiah untuk biaya operasional akan tetapi dana yang turun hanya 20 juta rupiah, sehingga mengharuskan parbasi melakukan patungan dengan para orang tua untuk mencukupi dana yang kurang tersebut. Padahal tim basket junior DIY ini mempunyai potensi yang besar, seperti salah satu pemain timnas 3×3 yang memenangkan juara se asia kemaren salasah satunya adalah putri asli dari DIY dan juga kita pernah juara nasional KU-16. Sehingga DIY harus bisa memaksimalkan potensi potensi seperti ini.

Untuk permasalahan dana ini perwakilan dari Dinas Dikpora DIY Bapak eko menanggapi untuk basket ini ada dana PAB. Ada anggran dari pemda melalui dinas pendidikan untuk para atlit pelajar melaui proses pembinaan akan tetapi dana ini mungkin hanya cukup untuk sebagai pengganti transport saja.

Menanggapi hasil audiensi ini Bapak Yoeke memberikan solusi pertama bapak youke mengatakan untuk saat ini parbasi harus bisa mempertahankan atlit-atlit yang berpotensi seperti, karena saat ini tahun tahun rawannya perekrutan atlit dari daerah lain, untuk permasalahan dana Bapak Yoeke meminta kepada bapak eko sebagai perwakilan Dinas Dikpora untuk bisa menambahkan anggaran untuk bola basket dan juga bisa membuat program-program yang lebih banyak lagi untuk bisa mendukung perkembangan basket DIY, dan untuk sarana dan prasarana Bapak Youke mempunyai opsi untuk mengoptimalkan lahan lahan yang kosong yang ada di Jogja untuk membangun sarana dan prasarana seperti yang ada di bagian utara gor Amongrogo itu bisa di bangun sarana untuk olahraga, dan untuk  tempat latihan Perbasi bisa menggunakan gor gor yang bertaraf Internasional yang ada di jogja seper gor UNY dan Amongrogo untuk tempat persiapan mengikuti kerjurnas dengan membuat surat langsung, dan hak itu bisa di urus nantinya. (HUMAS)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*