BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA SELURUH INDONESIA (BEM SI) DI DIY GELAR AKSI DI DEPAN GEDUNG DPRD DIY

DSC_0479Yogyakarta, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia (BEM SI) di DIY menggelar aksi di depan gedung DPRD DIY.Aksi digelar pada tanggal 23 maret 2015 sekitar pukul 15.30. Bani Asrofudin  menyatakan akan tetap melakukan aksi hingga perwakilan dewan menerima dan mendengarkan aspirasi mereka.

Selang beberapa waktu Wakil Ketua I DPRD DIY Arif Noor Hartanto S.IP dan Suparja,S.IP  menyambut aksi dan meminta maaf tidak dapat lama menemui mahasiwa dikarenakan ada pengajian dewan. “Akan saya teruskan dan saya sampaikan ke DPR RI dan pemerintah pusat.” Ujar Arif setelah membacakan beberapa tuntutan dari mahasiswa.

Terdapat lima tuntutan yang disepakati BEM SI pada tanggal 18 maret 2015.Pertama, menolak kenaikan harga bahan pokok dan menuntut Presiden Jokowi untuk menstabilkan perekonomian nasional. Kedua, menolak segala bentuk politisasi hukum dan mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Ketiga, menuntut Jokowi untuk mengakui aset Negara yang dikelola oleh pihak asing. Ke empat, menolak liberalisasi harga minyak dan gas (Migas) oleh pemerintah. Terakhir menuntut pemerintah untuk tidak merusak simbol demokrasi.

Tuntan tersebut diakui Bani sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi di Indonesia. Bertemakan “Indonesia Gawat Darurat” Bani menimbang beberapa permasalahan bersama gabungan BEM Rema UNY, KM UGM, AMIKOM, dan UMY.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*