Bermitra Untuk Menjaga Keistimewaan DIY

DSC_0775Keistimewaan DIY meliputi lima hal. Di antaranya tentang tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang. Lantas bagaimana peran DPRD DIY dalam menegakkan keistimewaan DIY? Inung sapaan akrab Arif Noor Hartanto mengungkapkan mitra yang baik antara Legislatif dan Eksekutif dalam menjaga keistimewaan DIY.

Di hadapan mahasiswa Fisipol UGM, Inung menuturkan Perdais menjadi bahasan Eksekutif dan Legislatif. “Namun, perihal Danais murni Eksekutif yang mengajukannya ke pusat.” Tutur Inung pada rabu (2/12).

Tahun 2015 Legislatif pernah mengambil kesepakatan dengan Eksekutif (Gubenur) untuk saling berkoordinasi dalam pengajuan Danais. Namun dicoret karena dianggap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bertentangan dengan Undang-Undang Keistimewaan. Dalam prakteknya koordinasi/komunikasi tetap dilakukan dengan ketentuan pengajuan Danais hanya dapat dilakukan oleh Eksekutif. “Yang salah itu, ketika Legislatif mengajukan Danais ke pusat.” Tutur Inung.

Terkait kemirisan maraknya pembangunan hotel dan apatemen di DIY, Inung merasakan hal yang sama. Inung mengajak temen-temen mahasiswa Fisipol UGM untuk peduli terhadap keistimewaan DIY. Salah satunya dnegan cermat terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di DIY.

Khusus maraknya hotel dan apartemen di DIY, Inung menuturkan kewenangan izin ada di Kabupaten/Kota. Politikus dari fraksi PAN tersebut mendukung pembangunan dengan catatan tidak dibangun di lahan produktif dan hunian masyarakat. (S)

DSC_0773

DSC_0785

DSC_0778

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*