Bertandang Ke DPRD DIY, Pelajari Upaya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

Senin (11/9/2017). Dipromotori Fredi Pramono, kunjungan ke DPRD DIY diharapkan membawa angin segar terhadap masyarakat Jawa Timur untuk lebih paham dan memegang teguh nilai-nilai pancasila. Diakui, penerapan nilai-nilai pancasila masih minim, sehingga kriminalitas, separatisme, radikalisme dan intoleransi mewabah di Indonesia. Wabah tersebut menjadi keprihatinan berbagai elemen, termasuk Komisi I DPRD Provinsi Jawa Timur.

Tidak hanya Komisi I DPRD Provinsi Jawa Timur, begitu juga dengan DPRD DIY. Komisi A bersama Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) mengaku gelisah terhadap fenomena intoleran dan separatisme yang terjadi di DIY. Eko Suwanto menyebut kasus separastisme yang dihadapi DIY di tahun 2016 yakni Gafatar menyita perhatian publik. Masyarakat gelisah karena keluarga atau kerabat hilang dan kepincut Gafatar. Kasus intoleransi marak terjadi di DIY.  Awal tahun 2017, seperti masyarakat Pajangan menolak keberadaan terpilihnya Camat Yulius Suharto.

Kasus-kasus tersebut dipandang Agung Supriyanto dari Kesbangpol muncul di DIY, karena DIY plural. DIY dianggap sebagai tempat yang subur menyebarkan berbagai idiologi-idiologi. Alasannya, sebagai kota pelajar, DIY tepat dijadikan sasaran. Agung Supriyanto mengakui DIY sebagai daerah yang rawan, namun tidak berarti disebut sebagai daerah konflik.  Lebih jelas Agung sapaan akrap Agung Supriyanto mengemukakan, jika terjadi peristiwa buruk pukul 07.00 sejam/ dua jam setelahnya aktivitas akan kembali seperti semula. Artinya, penanganan dan gerak cepat dari berbagai pihak dapat diandalkan.

Meskipun demikian, pencegahan dipandang penting sebagai upaya menciptakan ketertiban dan kenyamana bagi siapa pun. Bersama komisi a, Kesbangpol menggagas progam bina idiologi dan pancasila dengan bekerjasama kampus-kampus di DIY. Progam-progam tersebut meliputi seminar di kalangan pemuda, sinau bareng pancasila, lomba esai, dan sosialisasi ke masyarakat.

Terkait sinau bareng pancasila, Eko Suwanto mengapresiasi Pemda Gunung Kidul yang saat ini telah menggalakkan. Eko Suwanto berkomitmen penanaman pemahaman pancasila diupayakan melalui pendidikan di kampus-kampus. Bersama pihak-pihak terkait, Eko Suwanto berharap progam tersebut dapat segera terealisasikan. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*