BK DPRD Maluku Studi Banding di DPRD DIY

999_996_930_1_96r

Jogja, dprd-diy.go.id – Badan Kehormatan(BK) DPRD Provinsi Maluku melakukan study banding ke Gedung DPRD Provinsi DIY pada Jumat, (28/10/2016). Pertemuan ini diterima oleh BK DPRD Provinsi DIY di ruang Balegda lantai 2  Gedung DPRD dalam rangka membahas pelaksanaan kode etik dan tugas-tugas badan kehormatan.

Suharwanta selaku wakil ketua BK menerima BK DPRD Provinsi Maluku dengan baik. Untuk membuka pembicaraan, beliau menyebutkan terkait ketugasan Badan Kehormatan secara umum. beliau juga menjelaskan secara umum sejarah keistimewaaan DIY.

Ayu H.S. Hasanusi selaku Ketua BK DPRD Provinsi Maluku menjelaskan bahwa anggota BK DPRD Provinsi Maluku hanya berjumlah 5 orang. Tingkat kehadiran anggota Dewan dalam beberapa rapat menjadi masalah yang umum terjadi di DPRD daerah manapun. Hal inilah yang seringkali menjadi tugas BK. Namun DPRD Maluku bersyukur karena hampir 100% anggota dewan hadir di rapat paripurnaDPRD Provinsi Maluku.

Sudarmo selaku wakil ketua BK DPRD Provinsi Maluku menyebutkan bahwa tata beracara, kode etik yang mengatur dewan juga ada di aturan BK DPRD Provinsi Maluku. Dengan adanya aturan-aturan ini bukan berarti BK berharap ada anggota dewan yang dipanggil BK karena melanggar. BK diharapkan mampu menjaga marwah Dewan. “setiap habis sidang kami selalu melakukan evaluasi mengenai kehadiran dewan pada saat rapat, supaya nantinya bisa jadi evaluasi tiap fraksi”, jelasnya. Sebagai BK, beliau menjelaskan bahwa anggota BK dalam menindak para dewan yang kurang disiplin bukan dengan teguran keras, namun dengan pendekatan-pendekatan. Ia menjelaskan mungkin jika dilakukan evaluasi bersama oleh BK seluruh DPRD di Indonesia tiap 5 tahun akan terlihat permasalahan dengan lebih jelas. Maka dari itu perlu diperkuat Badan Asosiasi BK seluruh DPRD di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Suharwanta menjelaskan evaluasi kehadiran memang perlu. Namun BK juga harus memahami kondisi tiap Dewan. BK harus memahami prioritas Dewan sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran. Juga dalam menindak dewan, BK harus berhati-hati. Mengingat BK adalah badan kehormatan yang bertujuan menjaga marwah Dewan.

Anton selaku wakil ketua BK DPRD Provinsi DIY menambahkan  bahwa dalam menindak dewan memang tidak mudah. “Karena dewan adalah rekan sendiri, jadi memang perlu dilakukan pendekatan mungkin dengan mengingatkan”, tandasnya. (nrt)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*