Bullying Terhadap Anak dan akibatnya

DSC_0218“Kekerasan mempunyai dampak yang luar biasa bagi anak, apalagi bullying.” Tutur Sarimurti Widyastuti. Di awal paparannya. ia mengajak hadirin dalam seminar Kaukus Perempuan Parlemen DPRD DIY, merenung tentang akibat bullying. Dalam paparannya pada seminar yang diselenggarakan di DPRD DIY sabtu (27/08/2016), Sarimurti Widyastuti menyebut empat jenis bullying. Pertama, Bullying secara verbal berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya. “Bullying jenis ini yang paling mudah dilakukan, dan menjadi awal menuju kekerasan lanjut.” Terangnya.

Kedua, bullying fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas. Remaja yang sering melakukan bullying dalam bentuk kekerasan fisik disebut sarimurti widyastuti sebagai tindakan yang kerap dilakukan oleh remaja yang bermasalah.

Ketiga, bullying relasional yakni pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. “Bullying jenis yang termasuk sangat sulit dideteksi dari luar.” Jelasnya. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*