Delegasi Asean Parliamantarians for Human Raights (APHR) Diskusi tentang Kekerasan dan Intoleransi dengan DPRD DIY

Asean Parliamantarians for Human Raights (APHR)

Tren kekerasan yang mengkhawatirkan dan menjadikan intoleran di Jogja menjadi perhatian dari Delegasi Asean Parliamentarians for Human Rights (APHR). Eva Kusuma Sundari selaku Anggota Komisi 11 DPR RI bersama dengan Delegasi APHR dari Negara Thailand dan Myanmar pada Senin (7/5) melakukan kunjungan ke DPRD DIY untuk mengetahui posisi DPRD DIY dan bagaimana menangani tren kekerasan dan intoleran yang terjadi akhir-akhir ini. Yoeke Indra Agung Laksana menerima kunjungan tersebut yang bertempat di Ruang Banggar Lantai 2 Gedung DPRD DIY. Dihadiri pula oleh Eko Suwanto selaku Ketua Komisi A DPRD DIY, Koeswanto selaku Ketua Komisi D DPRD DIY, Iswantoro dari Biro Kesra Pemda DIY, dan Agung dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY.

Eva Kusuma Sundari menuturkan bahwa tema misi di Indonesia kali ini adalah kebebasan beragama. Yang mana hal tersebut sedang menjadi salah satu ketertarikan dari dunia saat ini terutama melihat Indonesia bagaimana bertahan dan bisa melawan dan tidak terjebak untuk kemudian menjadi ultra nasionalis. “Indonesia dipandang sebagai negara yang bisa untuk menjadi contoh, bukan berarti sukses, tetapi sedang berjuang agar supaya pressure dari kelompok radikal ini tidak membajak demokrasi kita,” tutur Politisi dari PDIP tersebut.

Dalam hal ini, Yoeke Indra menanggapi bahwa DPRD DIY sudah mengoptimalkan fungsi legislatif yaitu dari sisi penganggaran, pengawasan, dan juga dari sisi legislasi terkait persoalan yang dibicarakan pada kali ini. Eko Suwanto menambahkan bahwa program yang menjadi unggulan untuk mencegah hal tersebut adalah Sinau Pancasila. Ketua Komisi A DPRD DIY tersebut juga menuturkan bahwa ada 3 point besar yang menjadi ketugasan DPRD DIY yang sudah dilakukan dan akan terus dilakukan yaitu Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Bhineka Tunggal Ika bagi masyarakat, pencegahan agar tidak terjadi tindakan intoleransi, radikalisme, dan terorisme, dan yang ketiga adalah penegakan hukum. (mc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.