Dengar Pendapat Masyarakat Tentang Moda Transportasi Tradisional

DSC_0542Jogja, dprd-diy.go.id. Inisiatif Pemda (Pemerintah Daerah) DIY terkait Moda Transportasi Tradisional, menjadi wacana yang menguat akhir-akhir ini. Pandangan ketujuh fraksi DPRD DIY mengenai Moda Transportasi Tradisional disampaikan pada saat sidang paripurna pada Kamis (14/01/2016).

Tidak hanya fraksi yang dimintai pandangan, DPRD DIY juga mengadakan Public Hearing untuk menyerap aspirasi masyarakat. Bertempat di ruang Rapur lantai 2 DPRD DIY, Public Hearing dipimpin Ketua Pansus (Panitia Khusus) Edy Susila.

Dalam Public Hearing tersebut Edy Susila mengungkapkan bahwa sesuai judulnya, Raperda (Ranc ini hanya membicarakan mengenai moda transportasi tradisional khusus becak dan andong. “Becak motor tidak dibahas dalam raperda ini.” Ungkapnya pada Rabu (10/02/2016).  Edy Susila mengharapkan agar transportasi tradisional khususnya becak dan andong menjadi moda transportasi yang dirindukan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. “Guna menambah kekhasan budaya Yogyakarta, pengayuh becak dan kusir andong dapat mengenakan caping atau lainnya sebagai ciri khas transportasi tradisional Yogyakarta,” tambahnya.

Atin dari Taman Siswa mengapresiasi langkah pemerintah. Ia mendukung jika becak dan andong dilestarikan di DIY. “Bagaimana kriteria kuda yang dipekerjakan, serta penanganan kotoran kudanya?” Tanya Tulus Widodo dari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca.

Wakil dari Dinas Perhubungan DIY, Hari Agus Triyono,  mengutarakan bahwasanya minimal usia kuda yang dapat dipekerjakan berusia tiga tahun dan maksimal sesuai kemampuan kuda. Adapun untuk kotoran telah disediakan tempat penampungan tersendiri.

Heru dari Pendamping Paguyuban Becak mengutarakan sejak Oktober 2004, becak dan andong telah dicanangkan Wali Kota Yogyakarta sebagai icon Yogyakarta. Selain becak kayuh, Heru turut menyinggung becak montor atau biasa dikenal dengan sebutan Bentor. Maraknya Bentor agar diberi jalur khusus sehingga dapat menjamin keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Pembahasan Bentor sebenarnya telah keluar dari bahasan yang telah disepakati Edy Susila sebagai pimpinan pada acara Public Hearing. Namun demikian, diskusi tetap dilanjutkan guna mendengar permasalahan yang dihadapi masyarakat. (S)

DSC_0543 DSC_0541

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*