Dengarkan Persoalan Pendidikan

Jogja, dprd-diy.go.id – Keluarga Besar Marheinis hari ini (9/10/2017) bertandang ke DPRD DIY. Persoalan pendidikan diadukan di hadapan Yoeke Indra Agung Laksana , ketua DPRD DIY. Agung Subagyo, koordinator dari Keluarga Besar Marheinis (KBM) menuturkan karena proses identitas kebangsaan dibentuk melalui pendidikan, maka sebuah pendidikan harus dikonsep dengan mencerminkan karakter budaya dan nilai luhur bangsa. Suroyo menambahkan, terlebih pendidikan di era globalisasi, dimana informasi sangat mudah diakses dari internet, baik informasi positif atau pun negatif. Sehingga, dalam membentuk karakter generasi yang berbudaya luhur dipandang perlu basis pendidikan yang kuat melalui sinergitas antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Suroyo berharap pembangunan karakter dapat dibentuk melalui kelas-kelas di sekolah, dituangkan dalam kurikulum atau dalam tatanan aturan sekolah.

Menanggapi hal tersebut Yoeke mengapresiasi dan menuturkan DIY telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) berbasiskan pendidikan karakter.  Klitih yang terjadi di akhir tahun 2016 sampai awal tahun 2017, kasuistik yang harus dikaji secara mendalam. Yoeke menyebut kasus klitih merupakan puncak dari kasus-kasus lainnya.  Sehingga ketika membahas tentang klitih tidak hanya terfokus pada aksi klitih saja, melainkan latar belakang munculnya kasus tersebut. Pengentasan kasus klitih tersebut, dipandang Yoeke salah satunya dapat dicegah melalui penguatan sinergitas pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Wardi dari Dinas Pendidikan Gunung Kidul menyetujui pendapat tersebut. Bahkan di Gunung Kidul telah menerapkan komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua. Termasuk mengkomunikasikan progam masyarakat seperti TPA, perpustakaan desa dll. Harapannya supaya tidak terjadi kegiatan yang timpang antara sekolah dan di lingkungan masyarakat.  Adapun perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota, menuturkan penguatan karakter telah diimplementasikan di wilayah kota dengan menciPtakan rasa nasionalisme  di lingkungan sekolah, memberi muatan keagamaan sesuai dengan masing-masing agama yang diantut siswa, menumbuhkan sikap hidup bersih, dll.

Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menciptakan penguatan karakter dipandang Wuryadi dari KBM sudah cukup bagus. Namun perlu semakin dikuatkan karena Yogyakarta dipandang Wuryadi dijadikan target penghancuran. Terdapat pihak-pihak tertentu yang tidak mengingkan alumni Yogyakarta terlibat menjadi pimpinan nasional karena dianggap akan menghalangi kepentingan-kepentingan. Wuryadi berpesan ketika terjadi sebuah masalah supaya tidak langsung menjadi anak sebagai sasaran hukum atau sangsi, melainkan perlu untuk diluruskan. (S)

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.