Dewan Beri Tanggapan Peringatan Hari Pendidikan

Tidak lama setelah Gerakan Nasional Pendidikan yang terdiri dari mahasiswa melakukan aksi teatrikal di DPRD DIY pada Rabu (02/05) Front Perjuangan Rakyat Yogyakarta juga melakukan hal yang sama. Sejumlah Mahasiswa yang terdiri dari berbagai komunitas tersebut mengkrtisi pendidikan di Indonesia. Mereka bersatu untuk melawan liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, Eko Suwanto politikus dari Fraksi PDIP sekaligus Ketua Komisi A menuturkan Pemerintah Daerah harus mengupayakan pendidikan yang dapat diakses oleh semua kalangan. Alasannya karena pendidikan merupakan amanah Undang-Undang yang ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Terhadap mahasiswa provinsi di luar DIY, DPRD DIY melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Pemerintah Daerah DIY akan berkoordinasi dengan Kesbangpol dan Pemda Kabupaten/Kota di Provinsi lain untuk memberikan beasiswa terhadap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di DIY.

Eko Suwanto juga menuturkan, DIY sebagai laboratorium bhineka tunggal ika memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan dan kenyamanan terhadap siapapun yang sedang belajar di DIY. Eko sapaan akrap Eko Suwanto mengungkapkan Pemda DIY telah memiliki progam sosial media di 78 kecamatan termasuk penyediaan free wifi di 112 titik di seluruh DIY sehingga dapat digunakan mahasiswa. Pada tahun 2018 Pemda DIY juga membangun co  working space di setiap gedung yang dapat digunakan bebas untuk mengerjakan tugas kuliyah, bikin usaha kreatif dan lain-lain secara gratis. Adapun lokasi berada di Dinas Komunikasi dan Informatika DIY  yang berada di  Jl.  Brigjen katamso. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.