Dewan Inginkan Bandara NYIA Mengadopsi Kearifan Lokal

Dprd-diy, Jumat (3/2/2017) bertempat di Ruang Komisi C Gedung DPRD DIY,  PT Angkasa Pura I (PT AP I) memenuhi undangan dari Komisi C untuk memberikan penjelasan mengenai konsep pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Turut hadir pula perwakilan dari Dinas PUP ESDM DIY, Bappeda DIY, dan Dinas Perhubungan DIY. Dalam rapat tersebut terdapat banyak masukan dan pertanyaan kepada PT AP 1 terkait konsep pembangunan bandara, terutama segi infrastruktur.

Menurut Anton Prabu Semendawai selaku anggota Komisi C, menyatakan bahwa arsitektur harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan bandara. Pasalnya pembangunan sekarang ini hanya berorientasi pada fasilitas dan modernitas, namun unsur budaya yang agung ditinggalkan karena dianggap tidak relevan dengan perkembangan jaman. Padahal jika dikemas dengan baik, unsur budaya ini bisa menjadi nilai tambah bagi pariwisata Yogayakrta. Tidak sulit untuk menarik wisatawan jika bandara sebagai gerbang utama masuknya wisatawan ke DIY di kelola dengan baik dan memiliki ciri khas, sehingga diharapkan bandara turut berperan menjadi media promosi pariwisata Yogyakarta.

Agus Sumaryanto menambahkan bahwa kearifan lokal yang diangkat tidak hanya desain interior,  namun juga dari segi kuliner. Kuliner Yogyakarta beragam jenisnya, diperlukan upaya untuk mengenalkan potensi kuliner kepada masyarakat luas. Salah satunya promosi melalui gerbang utama wisatawan, bandara. Makanan-makanan tradisional juga harus diberikan tempat, UKM-UKM diberikan kemudahan untuk masuk ke bandara. Nantinya makanan tradisional seperti angkringan, gudeg maupun makanan-makanan khas Yogya lainnya, turut hadir untuk mendukung  menciptkan suasana Yogyakarta di bandara. Selain memperkenalkan makanan tradisional, keterlibatan UKM-UKM dinilai akan mendorong perekonomian masyakat lokal dan mendongkrak pendapatan daerah. Artinya bandara baru nantinya buka hanya menguntungkan kalangan tertentu, namun menguntungkan seluruh elemen masyarakat.

Menanggapi masukan, saran dan pernyataan dari anggota Komisi C, PT Angkasa Pura I memastikan desain pembangunan bandara akan mengangkat kearifan lokal. Widodo selaku Group Head Project Management Officer PT AP I  mengatakan pihaknya akan berupaya membangun bandara dengan mengangkat Budaya Jawa. Langkah-langkah strategis sudah dilakukan yaitu  melakukan FGD dengan seniman-seniman guna memberikan gambaran dan masukan dalam konsep pembangunan bandara. Setelah melakukan FDD, selanjutnya dibentuk tim panelis seniman untuk menyaring ide-ide terbaik yang diberikan, seniman dengan konsep terbaik nantinya akan turut kami aplikasikan dalam desain interior bandara.

Di akhir rapat, Wakil Ketua Komisi C Ir. Arief Budiono menegaskan bahwa pembangunan bandara diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh elemen masyarakat, bukan saja bagi pemangku kepentingan namun mencakup masyarakat luas. Selanjutnya penetapan target operasional pada Maret 2019 diharapkan bukan sebagai beban, justru sebagai pemicu untuk mempercepat pembangunan bandara. Guna mencapai target tersebut, Arief berpesan agar seluruh stakeholder turut bersinergi dalam memaksimalkan pembangunan bandara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.