Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian UGM Peringati Hari Tani Nasional

DSC_0474 (320x213)DPM Fakultas Pertanian UGM berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DIY, Selasa (24/09). Mereka menuntut adanya keadilan, reformasi pertanian untuk kedaulatan pangan dan dikembalikan hak-hak atas tanah. Selain orasi, ada teatrikal yang menggambarkan kemiskinan dan ketidak berdayaan petani di negeri yang subur. Isu tambang pasir dan pembangunan bandara di Kulon Progo tak luput diangkat. Adanya pembangunan penambangan pasir besi dan bandara di Kulon Progo menurut mereka dapat berpotensi menghilangkan mata pencaharian para petani. Wahyono dari Komisi A beserta Gatot Setyo Susilo dari Komisi B menemui massa pendemo. Wahyono mengatakan untuk mensejahterakan kehidupan para petani, para petani bisa memanfaatkan jaminan sosial yang disediakan pemerintah. “Silakan daftar dan pergunakan jaminan sosial yang ada demi memenuhi kebutuhan pendidikan anak dan kesehatan,” ujarnya. Adanya rencana pembangunan bandara dan tambang pasir besi, mantan perwira tersebut mengatakan sedari awal sudah menanamkan agar tidak boleh ada petani yang hilang mata pencahariannya. “Kami sudah mewanti – wanti Pemda DIY agar jangan menisbikan keberadaan petani di daerah pesisir. Kami akan terus mengawasi dan memantau,” pungkasnya. Terkait adanya perlindungan terhadap petani, Gatot dari komisi yang membidangi pertanian mengatakan sudah ada regulasi yang melindungi lahan pertanian di DIY. Pihaknya juga mengatakan apabila ada kritik,saran dan masukan terkait bidang pertanian dipersilakan langsung ke Komisi B DPRD DIY. “DPRD DIY sudah menggodok Perda Lahan Pangan Berkelanjutan namun pelaksanaannya belum maksimal. Silakan apabila ada kebiajakan yang dirasa tidak berpihak pada masyarakat laporkan kepada kami. Kami harap setelah ini teman-teman memberikan data – data secara tertulis ke Komisi B,” ujarnya. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*