Dialog Interaktif: Optimalisasi Peningkatan Informasi Publik

Dialog Interaktif kembali digelar di DPRD DIY pada Sabtu, 18 Maret 2017. Jika pekan lalu bertemakan tugas pokok dan fungsi dewan, kali ini bertema optimalisasi peningkatan informasi publik.  Dewi dari Komisi Informasi Daerah menjelaskan bahwa informasi publik ialah informasi yang dimiliki, disimpan, dikelola, disampaikan dan diterima publik. Ia bersyukur  dengan adanya Undang-Undang (UU) keterbukaan informasi publik sebagaimana tercantum dalam UU nomor 14 tahun 2008. UU tersebut dapat dijadikan landasan bagi masyarakat yang ingin memperoleh onformasi terhadap lembaga tertentu baik legislatif, eksekutif atau pun yudikatif. “Tidak alasan badan-badan tertentu untuk tidak memberikan informasi kepada publik.

Darmanto selaku narasumber lain menyebut masyarakat sudah saatnya responsif dan kritis terhadap informasi. Ia memandang masyarakat biasanya hanya mencari informasi yang terkait pribadinya saja. Misal persoalan pertanahan karena yang bersangkutan sedang berurusan dengan persoalan pertanahan. Masyarakat dinilai masih sangat minim dalam mengakses informasi.

Adapun Arif Noor Hartanto, wakil ketua DPRD DIY perlu menerapkan stelsel aktif. “Tidak hanya public yang mencari informasi, begitu juga dengan badan publik  secara aktif memposting informasi.  Ia berharap badan public memiliki kesungguhan untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara periodic. “Karena dengan keterbukaan informasi, semakin meningkat peradaban suatu pemerintahan.” (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.