Dialog Interaktif Mengusung Tema Pokok-Pokok Pikiran 2017

DSC_0318Rabu (03/02/2016) DPRD DIY menyelenggarakan dialog interaktif di TVRI. Aslam Ridlo, politikus Partai PKB sekaligus Ketua Pansus (Panitia Khusus) dihadirkan sebagai narasumber. Begitu juga dengan Tavip Rayanto kepala Bappeda DIY. “Bagaimana cara menyusun mekanisme pokok-pokok pikiran?” Tanya presenter.

Bicara soal pokok-pokok pikiran, Aslam Ridlo mengemukakan bahwasanya dewan memiliki ruang yang sangat luas untuk melibatkan masyarakat dalam penyusunan pokok-pokok pikiran. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui Website, reses dan kegiatan personal dewan.

Melalui Website masyarakat dapat berinteraksi secara aktif dan menyalurkan aspirasinya kepada dewan. Lain halnya dengan reses. Reses yang diadakan tiga kali dalam satu tahun, dimanfaatkan dewan untuk menjalin aspirasi secara tatap muka kepada masyarakat. Reses merupakan agenda yang telah diprogramkan guna menghasilkan produk-produk hukum yang berkeadilan dan pro terhadap rakyat. Kegiatan lain yang biasa dilakukan dewan adalah kegiatan personal, baik melalui tatap muka dengan masyarakat atau kegiatan-kegiatan komisional. “intinya DPRD membuka pintu ruang seluas-luasnya baik secara pasif ataupun aktif kepada masyarakat untuk mengemukakan aspirasinya.”

“Apa tema di tahun 2017?” Tanya presenter kepada Tavip Rayanto. Tavip Rayanto mengungkapkan tema yang diusung tahun 2017 yakni Mewujudkan Pembangunan Yang Lebih Berkeadilan serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur. Tema tersebut merupakan tema kelima yang di usung DIY.

“Berkeadilan disini, tentunya kita harus melihat mana daerah yang lebih membutuhkan dalam pembangunan.” Ungkap Tavip Rayanto. Tavip Rayanto menganalogikan ketika orang tua memiliki tiga anak, dan salah satu anaknya berkebutuhan khusus tentunya orang tua harus memprioritaskan perhatian kepada yang berkebutuhan khusus.

Analogi tersebut jika diterapkan di DIY, maka daerah-daerah yang masih tertinggal pembangunan infrastruktur dan SDM yang kurang memadahi diperhatikan dengan diadakan pembangunan sekaligus pembinaan atau pemberdayaan SDM masyarakatnya.

Tavip Rayanto juga mengungkapkan, DIY secara indeks pembangunan sudah tinggi. Namun dilihat data, ketimpangan juga masih tinggi. “Yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin.”jelasnya.

Meskipun demikian Angka kemiskinan turun. Tahun 2015 angka kemiskinan DIY 14,95. Tahun 2016 berhasil mencapai 13,16. “Meski masih tinggi, tetapi pemerintah pusat memberikan penghargaan karena DIY termasuk daerah yang berhasil melakukan pengurangan angka kemiskinan tertinggi” jelasnya.

Tavip Rayanto menuturkan, kemiskinan tersebut dapat dihadapi dengan penyediaan lapangan pekerjaan atau diberdayakan masyarakat. Tiga kabupaten DIY yang masih kalah cepat pembangunan infrastruktur ekonomi dan fasilitas publik yaitu Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Bantul. Tetapi, berdasarkan indeks, pembangunan di DIY menempati ranking ke-2. Tavip berharap adanya bandara baru yang akan dibangun di Kulonprogo dapat meningkatkan ekonomi dan kemajuan Kulonprogo.(S)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*