Ditemui Aset daerah di tempati tanpa sertifikat/akte perjanjian

Dalam rangka pengawasan atau monitoring aset Pemda DIY Komisi B bersama pendamping dari DPPKA dan Disperindag DIY lakukan peninjauan beruntun dalam seminggu terakhir untuk mengoptimalkan aset daerah. Yang sebelumnya di daerah Bantul aset Pemda berupa tanah yang sudah habis masa sewa akan di kembalikan lagi kepada pemerintah DIY.

Peninjauan sekarang beralih dari daerah Bantul menuju daerah selatan DIY yaitu di Kecamatan Patuk , Nglanggeran, , Gunung kidul. Sesampai di lokasi rombongan langsung meninjau lokasi yang di maksud. Didapati aset daerah yang dahulu bekas Bangunan Pengasapan Karet sekarang ditempati oleh Paijo bapak yang sudah tua.

Bapak Paijo bertutur bahwa saya menempati tanah ini dahulu mendapatkan izin dari Lurah dan Rt Rw setempat. Saat di mintai bukti bapak Paijo hanya menunjukkan lembar pajak dari koperasi yang rutin beliau bayar (bukan sertifikat/akte perjanjian dengan pemerintah), beliau juga bertutur akan mewariskan tanah tersebut.

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah pasal 1 angka 18 pemanfaatan sebagai pendayagunaan Barang Milik Daerah (BMD) yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk Sewa, Pinjam Pakai, Kerjasama Pemanfaatan (KSP), Bangun Guna Serah (BGS) dan Bangun Serah Guna (BSG) dengan tidak mengubah status kepemilikan.

Suparja, S.Ip anggota Komisi B yang juga merupakan wakil dari daerah pemilihan Gunung Kidul menjelaskan bahwa tanah ini adalah tanah negara maka tidak bisa di miliki dan diwariskan kepada anak cucu karena status adalah milik pemerintah. Juga berpesan agar bapak Paijo tidak usah mengurus tanah ini di khawatirkan akan dipermainkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Tanaman yang tumbuh di tanah tersebut diperbolehkan untuk di manfaatkan oleh bapak Paijo. hal ini harus menjadi perhatian agar tidak timbul masalah di akhir  tambahnya. (az)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*