Dorong Batik Khas Kulonprogo Mendunia

Tahun 2019 direncanakan DIY memilik Perda tentang batik. Hari ini Senin (22/06) Komisi B yang dipimpin Janu Ismadi bergerak meninjau produksi batik di Lendah Kulonprogo milik Ungguk Hardianto.

Ungguk biasa orang menyapa mengaku pertama kali merintis produksi batik khas Kulonprogo pada tahun 2006. Pria yang sebelumnya bekerja selama enam tahun di kerajinan batik Yogyakarta tersebut terinspirasi untuk mengembangkan citra Kulonprogo melalui batik. Selain itu, ia merasa tergerak hatinya ketika melihat para pengrajin batik dari Kulonprogo yang bekerja di Yogyakarta dan  harus menempuh jarak cukup jauh, berangkat pagi pulang sore. “Dari situ saya terinspirasi untuk mencoba memproduksi dan membuka lapangan pekerjaan di bidang kerajinan batik di sini.” Ungkap Ungguk.

Saat ini diakui Ungguk, di Lendah terdapat 25 pengrajin batik. Kasus pengklaiman batik yang pernah dilakukan Malaysia terhadap Indonesia mendorong pengrajin batik untuk lebih semangat menyuarakan batik sebagai citra khas Indonesia di kancah Internasional. Terbukti saat ini batik tidak lagi menjadi pakaian yang digemari kalangan tua, bahkan remaja dan anak-anak.

Ketika ditanya batik apa yang menjadi nilai khas Kulonprogo, Ungguk menuturkan batik geblek renteng. Awalnya bupati Hasto Wardoyo mengadakan lomba seni batik dan pemenangnya ialah batik dengan motif geblek renteng yang kemudian dijadikan seragam wajib di sekolah-sekolah Kulonprogo.

Janu Ismadi selaku Ketua Komisi B dalam merespon perkembangan batik tulis dan cap yang diproduksi Ungguk tersebut supaya mendapat dorongan dari berbagai pihak terkait supaya semakin mendunia. Terlebih Kulonprogo sebentar lagi akan menjadi gerbang masuk Yogyakarta karena adanya bandara baru Internasional yang berlokasi di Temon Kulonprogo.

Penting juga menurut RB. Dwi Wahyu B supaya image batik sebagai khas Indonesia tidak hanya sekedar image. Menurut Wahyu politisi dari PDIP tersebut produksi batik yang dikelola Ungguk sudah baik dan butuh dorongan dalam pengembangannya. “sehingga perlu melibatkan dinas-dinas terkait  seperti Disperindag, Dinas Ketenaga kerjaan dan Dinas Pariwisata.” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD DIY Rani Widayati, serta anggota Komis B meliputi Aslam Ridlo, Marthia Adelheida, Suparja, Sudaryanto. Adapun dari Dinas yang turut serta dalam kunjungan ialah Kuswandari dari Disperindag DIY dan Firsan Edi dari Dinas Korasi UMKM DIY.

Saat kunjungan berlangsung, Ungguk mempersilahkan segenap rombongan untuk melihat langsung pembuatan produksi batik tulis dan cap, termasuk dalam pewarnaan dan penjemuran. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.