DPR RI BENTUK TIM KHUSUS PENGAWAS UUK

dpr ri uukDPR RI membentuk tim khusus pemantauan keistimewaan DIY. Dipimpin Fadil Zon, tim khusus berkunjung ke DIY beserta beberapa anggota parlemen dan komisis II DPR RI. Fadli Zon menuturkan hasil pertemuannya dengan Gubernur DIY Sultan Hemengku Buwono (HB) X, bahwasanya dana keistimewaan (Danais) mengalami permasalahan pencairan.

Penyerapan tidak maksimal, karena pencairan Danais waktunya mepet di akhir waktu. “Penyerapan ada kendala, kami akan mencoba berbicara dengan instansi terkait, sehingga penyerapan lebih baik.” Jelas Fadli Zon.

Selain itu Fadli Zon mengaku permasalahan Danais juga dipicu adanya perubahan peraturan menteri keuangan. Sehingga secara teknis mengalami kesulitan. Namun Fadli Zon akan mengkomunikasikan dengan kementerian dalam negeri dan kementerian keuangan , sehingga pencairan Danais tidak mepet waktu. “Keterlambatan pencairan juga menyebabkan penyerapan yang terlambat, pada periode selanjutnya harus lebih baik.” Tambah Fadli.

sukirman ketua paguyuban DIY mengaku serapan Danais yang terdengar masih berita. Ia menyayangkan keberadaan dewan yang hanya sebagai pengawas Danais. sebagaimana yang ia tahu bahwa dewan tidak memiliki kewenangan dalam merencanakan dan membahas Danais. “DPRD kok tumpul.” Ujar Sukirman. “Ketika DPRD gak bisa melakukan apa-apa, kami ya gak bisa melakukan apa-apa.” Tambahnya. Ia berharap DPRD dapat berfungsi terhadap pencairan dana.

Selain penyerapan Danais, tata cara pengisisan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, tata ruang, dan pertanahan turut disinggung tim khusus saat berkunjung di DPRD DIY (jum’at, 5/6). Arif Nor Hartanto S.IP mengaku pertanahan juga mengalami permasalah. “Pertanahan merupakan hal yang sensitif.” Kata wakil ketua DPRD DIY dari fraksi PAN. Inung sapaan akrab Arif Nor Hartanto berharap DPR RI berkenan memberikanpengarahan. Anton Prabu Semandawai, SH mengamini pernyataan Inung kemudian memberikan bahan tertulis kepada Fadli Zon.(S)

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*