DPRD Dialog Interaktif bertema menyambut UJIAN NASIONAL 2015 DI TVRI

DSC_0176Rabu (18/3) DPRD DIY mengadakan dialog interaktif terkait ujian nasional. Tiga narasumber turut dihadirkan, diantaranya ketua komisi DPRD DIY H. Yose Rizal. SH, Moh. Slamet MS, dan Drs. Suroyo. Acara yang berlangsung selama satu jam dari pukul 18.00-19.00 tersebut dihadiri para guru dan murid dari SMA 11 Yogyakarta, SMK Ma ’arif dan SMP 12 Yogyakarta.

Sebagai narasumber pertama H. Yose Rizal SH menyatakan keprihatinannya terhadap pendidikan di sekolah pelosok-pelosok Indonesia seperti Papua. Sarana dan prasarana sekolah minim dan akses menuju ke sekolah sulit. H. Yose Rizal SH merasa terdapat kesenjangan tinggi antara pendidikan di pelosok dan di kota. Selain itu, H. Yose Rizal SH memandang adanya ketidak adilan jika basis ujian nasional yang dilaksanakan dari sabang sampai merauke hanya melihat potensi anak-anak.

Terkait ujian nasional, komisi D DPRD DIY ini menyatakan “Ujian nasional adalah sebagai barometer.” H. Yose Rizal SH berharap anak-anak tidak stres dalam menghadapi ujian nasional.

Hal lain yang dibahas dalam dialog interaktif yaitu ujian nasional online. Drs. Suroyo menyatakan terdapat 38 sekolah yang terdiri dari 37 SMK dan 1 SMA yang siap melakukan ujian secara online. Kesanggupan tersebut didasarkan pada kelayakan dan kemauan sekolah dalam melaksanakan ujian nasional.

Ditanya perihal sosialisasi yang telah dilakukan, Drs. Suroyo mengaku baru seminggu sejak diterbitkannya PP baru pada tanggal 13 maret 2015. Sosialisasi yang telah dilakukan mencakup menjelaskan ke sekolah-sekolah dan penataan ruang. Selain itu, Drs. Suroyo turut Melibatkan Dinas Pendidikan Kota dalam melakukan pengecekan alat.

Adapun tentang konten soal ujian, Dwi Raharja guru SMA 11 menanyakan kebenaran pelibatan perguruan tinggi dalam pembuatan soal. Pertanyaan yang diajukan kepada Drs. Suroyo tersebut belum mendapatkan kepastian. Drs. Suroyo mengaku kewenangan konten isi merupakan kewenangan pusat sehingga daerah tidak mengetahuinya.

Pertanyaan kembali diajukan ke Drs. Suroyo oleh Khoirun Nisa’ tentang paket soal ujian nasional. “Tahun ini hanya lima paket.” Jawab Drs. Suroyo. Meskipun begitu Drs. Suroyo berharap agar anak-anak tidak melihat berapapun paket yang disediakan pada saat ujian nasional, melainkan agar menyiapkan dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi ujian nasional meliputi kesehatan dan belajar sesuai kisi-kisi.

Dalam pelaksanaan ujian nasional tahun 2015, baik Drs. Suroyo ataupun H. Yose Rizal. SH berharap anak-anak tidak stres. “ Jangan sampai ujian nasional ini pelaksanaannya baik, dalam keseharian kaya kiamat.” Ungkap H. Yose Rizal. SH. H. Yose Rizal. SH berharap tata kelola dan sistem diperbaiki sehingga menyenangkan bagi pelaksana ujian.

Begitu juga dengan Drs. Suroyo, akan menghimbau kepada pengawas agar keberadaannya tidak menakutkan bagi anak-anak. Drs.  Suroyo menjelaskan bahwasanya fungsi pengawas dan pemantau memastikan pelaksanaan ujian meliputi pembagian soal, dan pengecekan.  Adapun Moh. Slamet mengungkapkan tidak adanya pengawasan dari perguruan tinggi bagi SMP, melainkan pemantauan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*