DPRD Banten Studi Banding tentang “KDRT”

Rombongan DPRD Prov. Banten beserta staf berkunjung ke DPRD DIY dalam rangka pengayaan ilmu terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang akan digodok untuk menjadi produk legislasi daerah (prolegda) di Prov. Banten. Rombongan yang berjumlah 19 orang ditemui oleh pimpinan dewan Kol. Sukedi dan banleg DPRD DIY di Ruang Lobby Gedung DPRD DIY, Jumat, (12/10). Sanusi selaku pimpinan rombongan menyampaikan maksud kunjungan secara khusus untuk mengetahui lebih jelas latar belakang dan pelaksanan dalam Raperda KDRT. Selain itu Maehyar Musa Wakil Ketua banleg menanyakan tentang manajemen pembentukan prolegda dalam 1 tahun. “Kami terkesan dengan DIY karena kami dalam setahun hanya bisa menyelesaikan 9 prolegda sedangkan DIY bisa sampai 14,’ ujarnya.

Sukedi menjelaskan bahwa di DIY tidak ada Perda KDRT melainkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. “Kami tidak ada Perda KDRT karena KDRT sudah cukup dijelaskan pada Perda DIY No. 4 Tahun 2012,” terangnya. Rohana dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY menjelaskan latar belakang dari pembentukan Perda adalah kekerasan yang meningkat, hak perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) secara umumnya dan terhadap perempuan dan anak pada khususnya. Selain itu merupakan amanah UU yang ada di atasnya untuk mengatur upaya perlindungan. Pelaksanaan perda tersebut, BKPM bekerja sama dengan mitra-mitra baik pemerintah maupun swasta/independen. Sedangkan makna perlindungan ada 3 yaitu, upaya preventif, penanganan pelayanan dan pemberdayaan.” Korban kami telusuri kebutuhannya dan setelah sembuh kami berdayakan dengan diberi pinjaman modal atau ketrampilan untuk mandiri. Kami juga memberikan peralatan seperti mesin jahit,” pungkas Rohana. Terkait manajemen pembentukan prolegda, Agus Mulyono, Sekretaris Kom. B menyarankan agar pansus harus lebih masksimal. “Kita harus sering menyerap ilmu atau aspirasi lewat focus group discussion (FGD) sehingga ketika di pansus tinggal finishing saja. Bahkan kalau bisa satu pansus 2 pembahasan,” terang Agus. (hms-ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*