DPRD Dengarkan Tuntutan Paguyuban Becak Kayuh

Becak kayuh adalah alat transportasl lokal yang merupakan peninggalan budaya Yogyakarta bahkan di tingkat dunia disamping kendaraan tradisional lain yaitu andong. Namun kini keberadaan becak kayuh Yogyakarta semakin hari semakin memprihatinkan karena tergusur oleh moda transportasi lain dan modern yang digerakkan dengan mesin. Hal tersebut disampaikan Paimin Ahmad Sarjono pada audiensi dengan DPRD DIY, Jum’at (26/05/2017).

Audiensi yang ditemui langsung Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana sekaligus anggota Komisi B, Danang Wahyu Broto tersebut mengadukan empat hal. Pertama Melindungi dan membiayai keberadaan becak kayuh Yogyakarta sebagai peninggalan budaya yang sarna dengan eagar budaya lainnya yang juga dibiayai Dana Keistimewaan (Danais). Kedua, melindungi keberlangsungan keberadaan becak kayuh sebagai ikon pariwisata kota Yogyakarta dengan memberikan Zonasi kusus pelayanan wisatawan dengan becak kayuh. Ketiga, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengemudi becak kayuh dengan memberikan kursus bahasa asing (bahasa Inggris) dan etika dalam melayani wisatawan selama di Yogyakarta dengan balk. Keempat, Memberikan perlindungan asuransi selain asuransi yang sudah ada yang sifatnya menolong dan meringankan beban penderitaan sewaktu-waktu mengalami halangan dalam bekerja.

Kelima tuntutan tersebut diungkapkan Paimin didasarkan pada alasan bahwa   Becak Kayuh Yogyakarta mempunyai andil besar terhadap DIY. Alasannya karena becak dan andong merupakan ikon pariwisata di Yogyakarta khususnya di kota Yogyakarta, wisatawan yang datang di Yogyakarta masih banyak yang suka naik becak melihat obyek wisata di Yogya.

Menanggapi tuntutan tersebut Yoeke Indra Agung Laksana mengaku kagum dan berjanji akan mendampingi paguyuban becak kayuh mendapatkan haknya. Terlebih keberadaan becak kayuh telah dilegalkan dan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi paguyuban becak kayuh dipandang sebagai prioritas.

Menindaklanjuti tuntutan tersebut Yoeke akan membahas dengan komisi serta pihak-pihak yang bersangkutan. Awal Juni direncanakan diadakan rapat gabungan komisi B dan D dengan mengundang Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koprasi, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Perhubungan. Harapannya dengan melibatkan pihak-pihak tersebut, tuntutan paguyuban becak dapat segera mendapatkan solusi dan pemecahan masalahanya. Yoeke memandang paguyuban becak kayuh memiliki daya juang yang luar biasa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*