DPRD DIY Apresiasi Pemda dan BPBD Cepat Tangani Korban Bencana

Yogyakarta – Dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah DIY selama sepekan ini menimbulkan banyak korban baik itu manusia maupun infrastruktur. Komisi A DPRD DIY mendorong Pemda DIY mengambil kebijakan tanggap darurat dalam aspek rehabilitasi korban dan rekonstruksi infrastruktur.

“Perempuan, lansia, dan anak yang terdampak bencana alam membutuhkan perhatian lebih terutama untuk pelayanan dasar kesehatan. Yang utama kita memberi rekomendasi agar pemerintah daerah terus berkonsentrasi pada keselamatan warga korban bencana,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto usai meninjau sejumlah titik yang terdampak bencana di DIY, Minggu (3/12/2017).

Eko menyebutkan, Komisi A mendukung Pemda DIY khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan kebijakan tanggap darurat sampai 14 Desember 2017. Selanjutnya mengambil kebijakan untuk rehabilitasi dan rekontruksi.

“Besok jajaran Pemda DIY akan melakukan rapat membahas penanganan pasca bencana. Kami berharap pemetaan masalah yang tepat dan akurat agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat,” katanya.

Komisi A DPRD DIY bertemu dengan warga JlagranKomisi A DPRD DIY bertemu dengan warga Jlagran Foto: Ristu Hanafi/detikcom

Dia memaparkan salah satu hasil peninjauandi wilayah bantaran sungai di Kota Yogyabanyak titik talud longsor dan di kanan-kirinya muncul rekahan yang berpotensi terjadi longsor susulan.

“Di Jlagran, ada talud yang rekahan cukup panjang. Ini berpotensi longsor sehingga kita harap Pemda secepatnya melakukan penanganan karena padat permukiman di atasnya,” papar Eko.

Selain di Jlagran yang berada di bantaran Kali Winongo, Komisi A juga merekomendasikan agar Pemda DIY mengecek seluruh bantaran sungai yang ada di DIY, terutama yang berdekatan dengan permukiman warga. Hal itu untuk mengantisipasi dan mencegah bencana alam terutama banjir dan longsor.

Ia juga meminta warga yang terdampak di daerah aliran sungai agar selalu waspada atas bencana longsor susulan yang bisa terjadi di puncak musim penghujan.

“Warga di sekitar aliran sungai harus memahami kawasan rawan bencana dan ancaman bahaya longsor, kita harus bersahabat dengan alam khususnya sungai dengan tidak mengotorinya dengan sampah,” katanya.

Terkait dampak cuaca ekstrem ini, Eko juga berpandangan penanganan dampak bencana akan lebih efektif berjalan dengan gotong royong melibatkan elemen masyarakat. Dia juga melakukan pertemuan dengan warga di Kampung Jlagran, Gedong Tengen yang terdampak dari longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

sumber

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*