DPRD DIY Bentuk Pansus Penetapan Kembali Sri Sultan dan Sri Paku Alam

DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta segera menetapkan kembali Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Sebagai langkah awal penetapan, DPRD DIY telah membentuk panitia khusus.

“Pansus Penyusunan Tata Tertib Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY sudah terbentuk pada Selasa (4 Juli 2017) dan langsung bekerja pada hari ini, Rabu (5 Juli 2017),” kata Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Laksana di Yogyakarta, Rabu 5 Juli 2017.

Yoeke menjelaskan, Pansus Penyusunan Tatib Penetapan dibentuk saat rapat konsultasi pimpinan dewan (pimwan) dan pimpinan fraksi DPRD DIY. Pansus beranggotakan 26 anggota dewan, termasuk empat pimpinan dewan.

Menurut Yoeke, pansus harus menyelesaikan tugasnya menyusun Tatib Penetapan pada 13 Juli 2017. Tatib secara prinsip tidak ada perbedaan krusial dengan Tatib pengisian jabatan pada 2012, hanya sedikit penyempurnaan.

“Tatib yang dulu menggunakan aturan peralihan, sekarang secara penuh mengacu Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta (UUK). Tapi, pada prinsipnya tidak ada perbedaan krusial. Secara umum, tatib kan mengatur tentang penetapan, misalnya kewenangan Pansus Penetapan apa saja, yang akan diverifikasi apa saja, itu semua kan sudah ada aturannya,” tutur Yoeke.

Setelah Tatib Penetapan tersusun, Dewan akan membentuk Pansus Penetapan Gubernur dan Wagub DIY pada 17 Juli 2017. Pansus Penetapan mempunyai masa tugas hingga 28 Juli 2017 untuk menyelesaikan verifikasi dokumen persyaratan calon gubernur dan sebagai calon wagub.

DPRD DIY, lanjut Yoeke, tidak akan mempermasalahkan persoalan nama yang digunakan oleh Sri Sultan setelah adanya Sabda Raja. “Selama yang diajukan kepada Dewan adalah (nama) Hamengku Buwono, selesai urusan. Menurut UUK jelas (Hamengku) Buwono, dari Kraton mengajukan Buwono, sudah cocok. Ibaratnya kalau di luar mau banyak nama sekalipun tidak masalah bagi kami. Itu persoalan di sana (internal Kraton), bukan ranah kami,” ujarnya lagi.

sumber

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*