DPRD DIY dapat menjadi laboratorium untuk belajar bagi mahasiswa (Audiensi dengan Mahasiswa JPP UGM)

DPRD DIY dapat menjadi laboratorium untuk belajar bagi mahasiswa. Rapat-rapat di DPRD DIY juga terbuka untuk umum, jadi mahasiswa bisa datang ke DPRD DIY untuk mengonfirmasi teori yang didapat selama kuliah dengan praktiknya di lapangan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana saat membuka audiensi dengan mahasiswa Jurusan Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (JPP UGM) pada Rabu lalu (3/12). Sekitar 65 orang mahasiswa hadir dalam audiensi yang bertempat di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 Gedung DPRD DIY ini.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa JPP UGM bertanya mengenai proses dan dinamika politik di DIY. Salah satunya adalah Al Fath yang bertanya tentang bagaimana membawa aspirasi dari konstituen, dan Ramdan yang menanyakan tentang sejauh mana akuntabilitas DPRD.

Menjawab pertanyaan terkait dengan cara membawa aspirasi konstituen, Wakil Ketua I DPRD DIY Arif Noor Hartanto mengatakan bahwa anggota dewan diberi jatah tiga kali reses untuk menemui konstituennya dalam setahun. “Hasil-hasil reses ini kami rumuskan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD, lalu dikirim ke BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) yang kemudian digunakan untuk menyusun RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah)”, jelasnya.

Mengenai sejauh mana akuntabilitas DPRD, Yoeke menjelaskan bahwa secara normatif, dewan bisa diukur dari fungsi legislasinya. “Berdasarkan jumlah perda yang dibuat”, ujarnya.

Ia kemudian bertanya siapa saja mahasiswa yang bercita-cita ingin menjadi anggota dewan. Sekitar 12 mahasiswa merespon dengan mengangkat tangannya. Dirinya berpesan pada mahasiswa yang ingin menajadi anggota dewan, “Jangan sekali-kali bermimpi jadi anggota dewan di DIY langsung berubah status ekonominya”. Melainkan menjadikan DPRD sebagai tempat untuk mengaktualisasikan diri menjadi wakil dari masyarakat, ucapnya. (WS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*