DPRD DIY Dukung Operasional BPBD

YOGYA, KRJOGJA.com –  Komisi A DPRD DIY memberikan dukungan penuh kepada upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dalam mengkonsolidasikan seluruh potensi penanggulangan bencana akibat efek siklon Cempaka ke daerah terdampak di kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Di wilayah yang terdampak bencana,  pelayanan kesehatan yakni rumah sakit dan puskesmas diminta buka 24 jam. Selain itu untuk kebutuhan air bersih dan air minum harus tersedia cukup. PDAM dan Dinas Sosial di masing-masing wilayah harus bersiap salurkan air bersih.

“Sudah ada pedoman penanganan kebencanaan, kita berikan dukungan penuh untuk operasional.  Kita ingatkan agar kebutuhan dasar para korban terpenuhi, air bersih juga layanan kesehatan harus tersedia. Termasuk mobil toilet umum dan kamar mandi,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, Kamis (30/11/2017) di sela rapat koordinasi dengan BPBD DIY.

Kunjungan kerja Komisi A DPRD DIY ke BPBD DIY ini diikuti oleh Sukarman, Wakil Ketua Agus Sumartono , Edi Susilo dan Albanididampingi pejabat SAR Satlinmas Satpol PP DIY. Kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi barak pengungsi di Kebon Agung Imogiri Bantul.

Hingga Kamis, dilaporkan 149 titik kejadian pohon tumbang yang akibatkan 3 korban luka,17 unit rumah rusak. Ada 151 titik kejadian longsor yang akibatkan 6 korban luka dan 6 korban meninggal dunia. Kejadian banjir terjadi di 135 titik yang akibatkan satu korban meninggal, setidaknya 11 unit rumah rusak.

“Jumlah titik pengungsian ada 80 tempat dengan 8.679 jiwa pengungsi yang tersebar di kota Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo dan Sleman,” kata Eko Suwanto.

Di tempat pengungsian, setelah menyerahkan bantuan langsung natura untuk kebutuhan pengungsi, diantaranya sarung, malanan, minuman, diajak pula relawan pemijat yang memberikan layanan pijat gratis untuk korban dan petugas di posko pengungsian Kebon Agung.

“Relawan pemijat ini sudah bersertifikat dan siap berikan layanan untuk jaga kebugaran para pengungsi dan petugas. Dibawa juga wedang uwuh agar setelah pijat dan makan dapat menikmati wedang uwuh yang membuat badan hangat dan bisa menjaga stamina,” kata Eko Suwanto, politisi muda PDI Perjuangan ini.

Eko Suwanto menyatakan secara umum, untuk koordinasi antar lembaga sudah berjalan baik terkait alur distribusi tugas dan logistik ke para korban terdampak bencana.

Soal pemetaan dampak bencana, Eko menyebutkan bisa membantu pola penyaluran tenaga relawan juga distribusi logistik untuk para korban. Selain itu, semangat bergotong royong bantu ringankan beban sesama perlu didorong.

“Bagi masyarakat yang ingin membantu silakan berkoordinasi dengan BPBD DIY. Harapan kita, bisa bantu proses penanggulangan bencana berjalan baik. Kedepan kita harapkan para relawan juga dapat membantu anak-anak dibarak pengungsian dengan bermain dan belajar.

Dia menambahkan sesuai dengan Komisi A DPRD DIY berkomitmen dukung langkah penanganan resiko bencana yang ada, di dalam APBD 2018 telah disepakati akan dijalankan program untuk 30 desa tangguh bencana 2018, sebelumnya ditahun 2017 sudah berjalan 31 titik program desa tangguh bencana di pada  2017.

“Saat ini sudah ada 187 desa dan kelurahan tangguh bencana, kita targetkan 2023 seluruh desa dan kelurahan se DIY tangguh menghadapi bencana”, pungkas politisi PDI Perjuangan Eko Suwanto. (*)

 

sumber

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*