DPRD DIY DUKUNG PERLINDUNGAN PEREMPUAN PEKERJA RUMAHAN

DSC00631Dinaungi Yasanti (Yayasan Annisa Swasti), perempuan pekerja rumahan beraudiensi ke DPRD DIY pada Rabu (16/03/2016). Kesempatan tersebut diterima hangat oleh Ketua dan Wakil DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana dan Rany Widayanti. Politikus asal Fraksi PDIP dan GOLKAR tersebut  mengucapkan terimakasih atas kepedulian Yasanti mendampingi perempuan-perempuan pekerja rumahan.

Maksud dan tujuan diadakannya audiensi tersebut sebagaimana dikatakan oleh Hikmah Diniyah selaku koordinator adalah guna menyuarakan permasalahan yang dihadapi kaum perempuan pekerja rumahan, dari minimnya gaji, jaminan kesehatan, dan perlindungan hukum.

Mendengarkan keluhan tersebut, Yoeke Indra Agung Laksana mendukung penuh dan akan mengoordinasikan dengan Komisi D. “Langkah ini merupakan salah satu bentuk turut mensukseskan progam dari Nawacita Presiden Joko Widodo .” Ungkapnya.

Begitu juga dengan Rany Widayanti, yang mengaku senang dan berterimakasih kepada Yasanti serta perempuan-perempuan pekerja rumahan yang telah berkeinginan untuk dapat lebih berkembang. Sebelum menanggapi lebih jauh, Rany sapaan akrab Rany Widayanti menuturkan, Yasanti bukanlah hal asing di pendengarannya. Karena ia pernah bergabung dengan Yasanti dan bahkan terpilih menjadi sekretaris Yasanti.

Rany menuturkan selama ini perempuan mengalami berbagai permasalahan yang kompleks. Keinginan perempuan untuk dapat membantu mencukupi kebutuhan ekonomi terkendala oleh minimnya lapangan pekerjaan. Selain itu, gaji rendah dan kendala dari suami terkadang menambah beban perempuan. “Perempuan itu sangat tangguh, kuat dan luar biasa.” Ungkapnya mengapresiasi kaum perempuan.DSC00630

Terkait jaminan kesehatan, Dinas Sosial Guntari mengungkapkan adanya jaminan Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial).  “Jaminan tersebut diperuntukkan bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Baik pada saat berangkat atau pulang kerja, lebih-lebih pada saat kerja.” Tambah Budi yang juga dari Dinas Sosial.

Begitu juga dengan yang disampaikan Sriyati dari Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi). Disnakertrans mengadakan progam pemeriksaan pekerjaan. Namun pemeriksaannya sesuai dengan tanggungan kerja. “Kira-kira perlu gak dilakukan pemeriksaan paru-paru?” Katanya mencontohkan.

Terkait pemberdayaan perempuan, Wati  Meliawati dari BPPM (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat) yang juga turut dihadirkan dalam audiensi kali ini, menjelaskan BPPM memiliki berbagai progam pemberdayaan untuk kaum perempuan. Seperti Desa Prima yang bergerak memberikan pembinaan kelompok-kelompok usaha perempuan. Wati mengakui, kegiatan semacam ini didasarkan pada usulan komisi D DPRD DIY. BPPM juga memberikan bantuan usaha guna meningkatkan perekonomian. “Silahkan ajukan proposal, untuk kemudian dapat kami tindaklanjuti.” Ungkapnya memberi saran.

Mendengarkan berbagai penuturan tersebut, Hikmah Diniyah mengaku senang dan berharap ke depannya akan segera dibentuk Perda (Peraturan Daerah) yang melindungi pekerja perempuan. Ia dan segenap perempuan pekerja rumahan berterimakasih dan meminta foto bersama sebelum mereka kembali beraktivitas seperti biasa. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*