Rapat Kerja Komisi A Untuk Wujudkan Tanggap Bencana

DSC_0432Musim penghujan menjadikan DIY rentan terhadap bencana. Tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan luapan air menjadi kerentanan yang harus diantisipasi sejak dini. Pekan lalu terjadi tanah longsor di Kulon Progo, tepatnya pada Rabu (3/02/2016) di Dusun Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo. Peristiwa serupa terjadi di akhir tahun 2015, tepatnya di Girimulyo dan Jatimulyo, Kulonprogo.

Meski tidak ada korban jiwa pada peristiwa tanah longsor di akhir tahun 2015, komisi A beserta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DIY dan Kabupaten Kulonprogo melakukan kunjungan ke lokasi. Pada kunjungan tersebut, pihak korban akan menerima dana Rp. 27.000.000,00 untuk digunakan rehabilitasi dan rekontruksi rumah. “Sampai sekarang belum terwujud.” Ungkap Sukarman Wakil Ketua komisi A, yang pada siang kali ini menjadi pimpinan rapat.

Kepala BPBD DIY mengungkapkan bahwasanya tanah longsor yang terjadi di Girimulyo dan Jatimulyo Kulon Progo pada akhir tahun 2015 bukan bencana alam murni, melainkan ada kesalahan dari kontraktor. Baik dari pihak kontraktor maupun Dinas Pekerjaan Umum mau menyediakan ganti rugi.

“Tapi tetap harus dipastikan segera bantuan rehabilitasi dan rekontruksinya.” Ungkap Sukarman menanggapi uraian kepala BPBD DIY. Sukarman merasa prihatin  pada saat melakukan kunjungan ke lokasi, dan telah disepakati bantuan akan diberikan kepada korban selambat-lambatnya pada bulan Februari. “Ini sudah masuk Februari.” Jelas Sukarman menekankan.

Selain Kepala BPBD DIY, hadir juga Kepala BPBD Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Sleman, dan Kota. Masing-masing mengungkapkan kondisi masing-masing di wilayahnya. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, daerah yang rentan longsor terjadi di Gunung Kidul dan Kulonprogo. Kepala BPBD Bantul mengungkapkan masalah abrasi pantai. “Sebenarnya tidak menjadi masalah, jika di bibir pantai tidak menjadi kawasan pemukiman,” tandasnya.

Lain halnya dengan kota luapan air terjadi ketika musim penghujan datang. Di antaranya sungai Winongo, Kali Code, Gajah Wong, dan sungai Manunggal. Selain itu, pohon tumbang akibat angin kencang di saat hujan. Adapun Sleman, selain mengantisipasi pohon tumbang, yang saat ini dilakukan adalah relokasi di Nglengkong. “Masyarakat diberikan pembinaan,” jelas BPBD Sleman. (s)

DSC_0436DSC_0438

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*