DPRD DIY JADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PEJABAT DAN APARAT PEMDA DIY

IMG_7950Rabu (03/02/2016), diadakan pengajian rutin pejabat dan aparat Pemerintah Daerah DIY putaran ke-2 periode 2016. Kali ini, DPRD DIY dipilih sebagai Sohibul Bait (tuan rumah). Acara yang dimulai sekitar pukul 09.15 tersebut, sekaligus menjadi momen pelantikan/ pengangkatan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional DIY  periode 2015-2020.

Sambutan Sohibul Bait, disampaikan oleh Arif Noor Hartanto, Wakil Ketua Pimpinan DPRD DIY. Dalam sambutannya Inung menyampaikan bahwa pengajian menjadi sarana silaturahmi kebangsaan karena terdiri dari berbagai elemen  dalam rangka merajut ukhuwah dan kebersamaan  dan persaudaraan dalam satu keluarga di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Dengan berseloroh, Inung menyampaikan candaanya bahwa untuk dapat di kursi DPRD DIY ini para anggota DPRD DIY sekarang harus meyakinkan kepada masyarakat bahwa mereka akan mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. “Sementara Bapak-bapak dan ibu-ibu dapat duduk di kursi DPRD DIY hanya tinggal duduk saja,” candanya yang menghidupkan suasana. “Mungkin ada yang merasakan kursinya ternyata enak, makanya menjadi rebutan,” tambahnya.

Adapun sambutan Gubenur yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulistyo, meminta agar para Pejabat Baznas yang baru dilantik dapat menjalankan tugas sebagai lembaga independen yang lebih profesional dan dapat mengembangkan kiprah serta mempertegas tugas dan fungsinya serta secara transparan dapat memginformasikan kepada masyarakat. Selain itu Sulistyo juga berpesan agar zakat, infak dan shodakah benar-benar dapat diberikan kepada yang berhak menerima mereka dapat hidup yang layak. Sedangkan terkait dengan pengelolaan Baznas adalah institusi formal yang dimaksudkan untuk  peningkatan kesejahteraan umat yang dapat didayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, Inung berharap bahwa para pejabat yang dilantik ini mampu menjalankan amanahnya dengan sebaik-baiknya.

K.H. Hendri Sutopo dari Krapyak, dihadirkan untuk memberikan mauidhah hasanah. Kasus Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) dan terkait dengan beberapa pemahaman yang salah mengenai Islam dan pendirian NKRI.  Dalam kasus Gafatar, Sutopo menyampaikan bahwa Negara sesungguhnya telah memikirkan dengan seksama terkait dengan berbagai hal seperti upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan, membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, kebudayaan dan sebagainya. Oleh karena itu menurut Hendri bahwa pandangan Gafatar yang melihat Negara tidak melakukan tugasnya dengan baik sehingga menganggap sah apa yang selama ini mereka lakukan adalah suatu tindakan yang salah. Sedangkan terkait dengan pemahaman beberapa kelompok radikal yang ingin mendirikan negara Islam dengan cara-cara kekerasan seperti yang dilakukan melalui kegiatan terorisme menunjukkan bahwa mereka tidak mengerti mengenai sejarah berdirinya Republik Indonesia.  “Mereka hanya memahami Islam secara tekstual saja. Seharusnya mereka melihat berdirinya Republik Indonesia ini dirancang oleh para pendiri yang memahami Islam dengan sangat baik,” jelasnya.

Keseluruhan acara berjalan lancar dan penuh khidmat. Sebelum acara ditutup, MC mengumumkan pengajian putaran ke-3 dengan sohibul bait Korem 072/Pamungkas. Adapun rencana pelaksanaannya di jl. Cokro Aminoto, Tegal Rejo, Yogyakarta. Ustadz H. Muhammad Jazir, dipilih untuk mengisi mauidhah hasanah yang akan diselenggarakan pada Rabu, 3 Maret 2016.

IMG_7937IMG_7939

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*