DPRD DIY Kedatangan Tamu dari DPRD NTT Perihal Penegakan Pancasila dan NKRI

Yogyakarta, Rabu (4/10/2017) DPRD DIY kedatangan tamu dari DPRD Nusa Tenggara Timur yang disambut oleh H.Yoeke Indra Agung S.E selaku ketua DPRD DIY dan Sukamto S.H selaku ketua BK DPRD DIY yang dilaksanakan di Ruang Transit DPRD DIY. Pimpinan rombongan dari DPRD Nusa Tengara Timur yaitu bapak DR. Bele Antonius, M.si selaku ketua BK DPRD Nusa Tenggara Timur, maksud dari kedatangan mereka adalah ingin sharing bagaimana penegakan pancasila dan NKRI (perubahan mental anak muda) dan hedonisme. Bapak Sukamto menjelaskan bahwa menurut beliau di Jogja sudah nyaman karena keamanan menjadi sebuah kewajiban di Indonesia termasuk Jogja, dan hubungan internal dari non muslim dan muslim muncul keharmonisan. Untuk pluralisme, di Jogja itu sendiri sangat di hargai dan dikatakan juga bahwa tidak ada pilihan mayoritas dan minoritas. Bahkan di Jogja menurut DPRD NTT, merupakan benteng idiologi pancasila. Dijelaskan di BK DPRD DIY, permasalahan tata tertib dan kode etik sifatnya di bina sehingga dengan hal itu tidak dijadikan sebagai alat politik untuk tidak saling menjatuhkan, pungkasnya. Bagi seorang pemilih non muslim yang memilih Calon Legislatif muslim adalah bukti dari tingginya kesadaran, kerukunan dan keberagaman di Indonesia. Akan tetapi, dikatakan pula di semua kota ada potensi untuk radikalisme, tetapi jika kesadaran sudah tinggi maka pluralisme tersebut dapat di junjung tinggi seperti di DIY pula. DPRD NTT pun menyingkapi perihal tentang keberagaman, bahkan di NTT pun sebuah keberagaman juga dijaga. Akan tetapi sayangnya pada tahun 1998 sudah ada kerusuhan yang di provokasi dari orang luar namun nilai dari sebuah keberagaman yang sudah dijaga di NTT menunjukan tidak ada sikap saling membeda-bedakan perbedaan agama yang terbukti pada saat kerusuhan pemuda gereja melindungi kaum muslim. Dari pernyataaan tersebut sudah jelas di NTT sudah menjaga sebuah keberagaman. Banser pun juga turut menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat non muslim sehingga hubungan internal nya menjadi harmonis. Namun dalam kondisi saat ini, gerakan radikal pun sangat di mengkhawatirkan. Maka dari itu, seorang sebagai wakil rakyat ide – ide untuk mengedepankan keberagaman harus segera direalisasikan agar masyarakat juga mengikuti sikap saling toleransi dan saling rukun. Oleh karena itu penegakan pancasila dan NKRI sangat penting untuk semua elemen masyarakat di Indonesia, agar selalu terciptanya kerukunan dan keberagamaan kedamaian  untuk bangsa Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.