DPRD DIY menerima Audiensi dari Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD)

Rabu 18/10/2017 DPRD DIY menerima Audiensi dari Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD). Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Nuryadi, S.Pd dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan dihadiri oleh 40 peserta. Pada audiensi yang dilaksanakan di Ruang Lobby Lt.1 tersebut membahas mengenai bagaimana proses terbentuknya Peraturan Daerah yang dilaksanakan oleh DPRD.

Sebelum membahas mengenai proses terbentuknya Peraturan Daerah, Nuryadi, S.Pd terlebih dahulu menyampaikan mengenai sejarah-sejarah tentang partai politik pada Orde Lama dan Orde Baru di masa lampau sebagai referensi kepada peserta audiensi dan untuk pembukaan saja. Selanjutnya, beliau menyampaikan mengenai fungsi dari DPRD agar peserta juga dapat mengetahui apa saja sebenarnya fungsi dari DPRD itu sendiri. Fungsi DPRD yang pertama adalah Legislasi, yang berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah. Fungsi yang kedua adalah Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD). Kemudian fungsi yang ketiga adalah Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah. Setelah itu, beliau langsung mejelaskan inti dari audiensi tersebut yaitu tentang bagaimana tahapan atau proses pembentukan Peraturan Daerah yang diawali oleh pengajuan rancangan perda yang bisa diajukan oleh lembaga Eksekutif, kemudian bisa juga melalui inisiatif DPRD sendiri yang artinya, DPRD boleh membuat Perda. Pada waktu Perda yang dibuat oleh Eksekutif, Eksekutif mengajukan rancangan Perda kepada lembaga DPRD. Setelahnya, pimpinan DPRD akan mengundang pada pimpinan-pimpinan fraksi untuk membentuk panitia khusus yang membicarakan tentang hal tersebut. Kemudian bila rancangan Perda tersebut telah dibahas oleh panita khusus beserta perwakilan dari Eksekutif, rancangan Perda langsung diajukan ke Rapat Paripurna yang dilaksakan Empat kali. Rapat Paripurna yang pertama yaitu penghantaran Gubernur. Kemudian yang kedua ialah mengenai pendapat-pendapat dari fraksi yang menanyakan materi yang ada di rancangan Perda tersebut. Yang ketiga yaitu jawaban dari Gubernur dan yang terakhir atau keempat adalah penetapan Perda tersebut.

Selanjutnya mengenai pembentukan Perda inisiatif dari DPRD tata caranya yaitu rancangan Perda harus dimunculkan lebih dari satu orang dari fraksi yang berbeda. Kemudian rancangan Perda tersebut disampaikan di rapat internal anggota DPRD. Bila rancangan tersebut disepakati pada rapat internal. Setelah itu, rancangan Perda yang dibawa dan ditetapkan atau disetujui oleh tingkat provinsi dan langsung diajukan lagi kepada tingkat pusat dan bila tingkat pusat menyetujui, maka Perda tersebut bisa langsung diterapkan. Selain itu, rancangan Perda juga dapat diusulkan oleh organisasi, lembaga hukum, dinas atau biro maupun lembaga lainnya.

Pada rapat tersebut diakhiri dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan peserta audiensi dan langsung ditanggapi oleh Nuryadi, S.Pd. selanjutnya audiensi tersebut ditutup dengan foto bersama didepan Gedung DPRD DIY.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.