DPRD DIY Menerima Audiensi dari Mahasiswa Ilmu Hukum UMY

Sekitar 30 mahasiswa program studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) dalam rangka audiensi tentang proses pembentukan peraturan daerah (perda) di DIY pada Selasa pagi (2/12). Bertempat di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2, audiensi ini dimoderatori oleh Wakil Ketua I DPRD DIY Arif Noor Hartanto.

Fungsi pembentukan perda, ujar Arif Noor Hartanto, bukan merupakan hak penuh lembaga legislatif. “Hak ini juga dimiliki oleh eksekutif”, katanya. Masyarakat boleh mengajukan rancangan perda melalui kedua pintu tersebut, lanjut Arif.

Adapun tahap-tahap pembentukan perda adalah sosialisasi awal, pemandangan umum fraksi maupun gubernur, jawaban dari fraksi maupun gubernur, uji publik, finalisasi oleh panitia khusus, harmonisasi dengan pimpinan, pembicaraan tingkat kedua atau pendapat akhir gubernur maupun dewan, dan kemudian persetujuan bersama. Menurut Arif, yang masih kurang optimal adalah sosialisasi setelah perda tersebut ditetapkan.

 Dalam sesi tanya jawab, salah satu mahasiswi Arum Nur Maulida menanyakan bagaimana proses pengajuan perda oleh masyarakat serta bagaimana proses pengawasannya. Menjawab pertanyaan tersebut, Arif menyontohkan perda yang diinisiasi oleh masyarakat, yaitu perda tentang penanggulangan bencana. “Kami ditawari untuk mengusulkan perda itu. Kami memilih untuk membahas rancangan perda tersebut sejak awal, melibatkan calon inisiator”, ucapnya. Untuk pola kedua, ia menambahkan, DPRD menerima draf rancangan perda utuh dari masyarakat.

Terkait dengan pengawasannya, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Zuhrif Hudaya mengatakan bahwa mekanisme pengawasan perda belum jelas. “Kami belum mampu membuat secara detail pengawasannya seperti apa”, tuturnya. Arif menambahkan pengawasan DPRD terhadap perda cenderung lemah, tidak seperti pada saat membahasnya. (WS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*