DPRD DIY Menerima Kunjungan Kerja Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur

Jogja, dprd-diy.go.id – DPRD DIY menerima kunjungan kerja Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Selasa, (9/1/2018)  di Ruang Lobi Lt.1 gedung DPRD DIY. Kedatangan ini pun disambut baik oleh pihak DPRD DIY sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi bersama. Dalam kunjungan kali ini, Komisi E DPRD Provinsi jawa Timur bermaksud untuk mencari masukan mengenai Perda tentang Perlindungan HIV/AIDS dan problematika kesehatan lainnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Hartoyo  selaku Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur menyampaikan beberapa pertanyaan diantaranya adalah bagaimana peraturan daerah DIY terkait pencegahan dan perlindungan HIV/AIDS, meminta penjelasan terkait mekanisme peraturan daerah dan proporsi anggaran terhadap penanganan HIV/AIDS yang berlaku di DIY. Diharapkan penjelasan atas pertanyaan tersebut akan menjadi masukan bagi rancangan peraturan daerah tentang HIV / AIDS di Provinsi Jawa Timur nantinya.

Menanggapai pertanyaan tersebut, dr. Akhmad dari perwakilan Dinas Kesehatan menjelaskan terkait peraturan pencegahan HIV/AIDS di DIY bahwa di DIY telah memiliki peraturan daerah Nomor 12 tahun 2010 terkait peraturan pencegahan HIV/AIDS. Komisi Pencegahan HIV/AIDS (KPAD) berkoordinasi dan bekerjasama dengan semua elemen termasuk Dinas Kesehatan DIY dan LSM untuk merancang dan melaksanakan program-program untuk pencegahan kasus HIV/AIDS semakin banyak di DIY. Lebih lanjut, terkait masalah proporsi anggaran, Pemerintah Daerah tidak memiliki anggaran khusus mengenai pencegahan dan perlindungan HIV/AIDS ini, hanya sekitar 500 juta pertahun tetapi melalui kerjasama LSM dan para penggiat di bidang kesehatan upaya program alam pencegahan HIV/AID di DIY selalu mendapatkan dukungan yang positif dari berbagai elemen.

Hingga saat ini Pemerintah DIY fokus pada pencegahan untuk mengurangi jumlah kasus HIV/AIDS di DIY. Hal tersebut dilakukan dengan beberapa strategi, yaitu proporsi, tes HIV/AIDS, dan perawatan bagi yang telah psitif terjangkit virus HIV/AIDS. Selain itu, Pemerintah DIY juga akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tenaga kerja medis untuk mendukung pencegahan dan penanggulangan kasus-kasus HIV/AIDS di DIY. Bapak Arif selaku Wakil Ketua DPRD DIY menyatakan :

“Secara prinsip pemerintah DIY terus mendunkung segala upaya pencegahan dan penanganan kasus HIV/AIDS dan tidak pernah menghambat upaya segala pihak baik itu Dinas Kesehatan DIY dan lainnya untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS”.

Pada akhir pertemuan, pimpinan rapat kembali menegaskan bahwa dalam perencanaan dan pelaksanaan perda untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS diperlukan koordinasi oleh semua pihak terkait agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.Pertemuan tersebut memang berlangsung cukup singkat namun DPRD provinsi Jawa Timur mengucapkan terimakasih karena telah disambut dengan baik, dan mendapatkan penjelasan atas semua pertanyaan yang telah diajukan dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi mereka. Kedua belah pihak juga berharap bahwa hubungan silaturahmi dan kerjasama antara DPRD DIY dan Jawa Timur tidak hanya sebatas pertemuan ini namun terus terjalin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*