DPRD DIY TERIMA ASPIRASI UNJUK RASA TOLAK BANDARA

Jogja, dprd-diy.go.id – Selasa, (9/1/2018) Aliansi Perjuangan Rakyat Tolak Bandara melakukan unjuk rasa di halaman kantor DPRD DIY untuk menyampaikan aspirasinya terkait dengan penggusuran paksa dan kekerasan terhadap rakyat yang menolak pembangunan bandara di Kulon Progo. Pengunjuk rasa menyatakan bahwa warga Kulon Progo yang mayoritas petani ini berusaha menolak dan melindungi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Tetapi penggusuran paksa ini diindikasi berujung pada kekerasan terhadap warga yang menolak hal tersebut.

Untuk itu, H. Sukamto S.H, selaku Ketua Badan Kehormatan DPRD DIY menerima aspirasi  pengunjuk rasa. Adapun tuntutan yang disampaikan adalah meminta DPRD DIY untuk menghentikan penggusuran paksa di Temon, Kulon Progo, menghentikan kekerasan yang terjadi dalam proses penggusuran paksa, menghentikan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), serta  mengecam tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara terhadap petani di Kulon Progo.

Walaupun DPRD DIY sendiri tidak memiliki hak atau kekuasaan untuk menghentikan proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) secara sepihak. Namun, H. Sukamto S.H, menegaskan bahwa semua jenis kekerasan tidak diperkenankan di negara hukum.  DPRD DIY sangat mengecam segala bentuk tindak kekerasan. Laporkan! Tidak perlu dibalas dengan kekerasan, negara kita adalah negara hukum. Pihak yang melakukan kesalahan tentu akan dihukum sesuai tindakannya”, uangkapnya.

Sukamto juga mengatakan bahwasannya akan segera melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti hal tersebut bersama dengan seluruh jajaran dewan. Atas laporan yang diberikan terkait masih terjadinya kekerasan hingga saat ini, H. Sukamto S.H, menghubungi langsung Kapolres Kulon Progo untuk melihat atau memantau situasi yang terjadi dan segera menindaklanjuti pihak-pihak yang terbukti melakukan kekerasan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*