DPRD DIY Tetap Pertahankan Keberadaaan Bus Kota di Yogyakarta

DSC_0558 (320x213)Ratusan awak bus yang teridir dari kondektur, sopir, awak cadangan dari berbagai koperasi bus di Yogyakarta mogok beroperasi dan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, Senin (11/11). Aksi mereka merupakan buntut dari isu yang beredar di media massa terkait penghapusan bus di dalam kota Yogyakarta dan diganti dengan bus Transjogja. “Kami resah terhadap isu yang berkembang. Tentu kami tidak punya penghasilan lagi jika kebijakan tersebut terealisasikan,” ujar Benny, Koordinator aksi. Selain itu para awak bus menyampaikan beberapa tuntutan antara lain ; pembatalan penambahan jalur trans jogja (5 titik), penghapusan halte portable dan klarifikasi dari Arif Rahman Hakim, anggota Komisi C DPRD DIY selaku pemberi statement tentang penghapusan bus.Para awak bus menganggap Trans Jogja tidak lebih baik dari bus kota yang sudah ada selama ini, karena selain masih sering ugal-ugalan, manajemennya tidak bagus.”Terbukti apa yang menjadi kebanggaan ternyata juga korupsi, sopir dan awak busnya bahkan terkadang tidak profesional,” tambah Benny. Menanggapi hal tersebut Arif Rahman hakim meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa isu yang berkembang tidak semuanya benar. “Memang ada penambahan jalur tetapi tidak menghapus bus kota. Hanya saja bus yang sudah tidak dilayak diperbaiki atau “disekarsulikan” saja. Artinya tidak dihapus dan semuanya masih dalam tahap pembahasan dengan eksekutif. Belum ada yang final,” terang Arif. Politisi PKS tersebut juga menepis anggapan bahwa selama ini Trans Jogja dianak emaskan DPRD DIY. “Saya anggota pansus yang pertama kali merekomendasikan PT JTT diperiksa BPK. Saya secara khusus dan DPRD DIY secara umum sudah tidak begitu respek pengelolaan Trans Jogja. Bahkan kami sering berpikir bagaimana kalau subsidi untuk Trans Jogja dihentikan dan dialihkan kepada bus kota yang ada. Namun ternyata tidak bisa serta merta begitu saja karena sudah terikat kontrak dengan PT JTT dan baru berakhir 2015,” tuturnya. Yoeke Indra Agung, Ketua DPRD DIY yang turut menemui berjanji akan memperjuangkan aspirasi dari para awak bus. ”Kami akan memperjuangkan dan segera memanggil dishub, trans jogja dan pengurus koperasi bus apabila ada pembahasan terkait kebijakan transportasi,” ujarnya. Arif menambahkan dari awal pembahasan terkait inisiatif dishub tentang penambahan rute Trans Jogja, DPRD DIY berpikir panjang. “Tidak serta merta kami mengiyakan, kami berpikir angkutan umum lain juga harus diajak berembug,” katanya. Kedatangan para wak bus menjadikan DPRD DIY menjadi punya dasar yang kuat untuk menolak perpanjangan kontrak PT JTT. “Untuk kebijakan angkutan Tahun 2015 kami akan duduk bersama kalian,” ujarnya (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*