DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Adakan Komparasi Kegiatan Bamusy DPRD DIY

DSC_0390Selasa, (19/01/2016) Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana menerima kunjungan kerja Bamus (Badan Musyawarah) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Muhaimin sebagai Ketua rombongan. Pertama, Muhaimin mempertanyakan mengenai Pelaksanaan program-program prioritas serta hubungannya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD ) menjadi pertanyaan pertama Muhamin. Kedua, mempertanyakan mengenai proses penyusunan rencana kerja DPRD DIY dan  peran yang bisa diambil oleh Anggota Dewan. Ketiga, mempertanyakan mengenai kiat Banmus DPRD DIY dalam melaksanakan fungsi strategis sehingga dapat mewarnai kinerja DPRD DIY. Keempat, Tata Tertib DPRD DPRD DIY khususnya mengenai bagaimana mengakomodir muatan lokal atau kondisi khas daerah DIY.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan  tersebut, Yoeke sapaan akrab Yoeke Indra Agung Laksana menjelaskan bahwasanya terkait RPJMD, DPRD DIY melaksanakan penuh tugas pokok dan fungsi kepada Banggar (Badan Anggaran) dan komisi yang khusus menangani pembangunan. “Untuk pembentukan perundang-undangan, Badan Pembentukan Perda/Perdais yang mendiskusikan terkait dengan target RPJMD yang disusun setiap tahunnya.” Jelas Yoeke.

Adapun terkait penyusunan kerja, DPRD DIY menetapkan jadwal harian, yaitu Senin, Selasa pagi digunakan untuk Komisi; Selasa siang untuk rapat badan-badan atau rapur; hari Rabu, Kamis untuk rapat Pansus; Jumat pagi untuk rapat Fraksi; dan Jumat siang dimanfaatkan untuk Rapat Paripurna. “Jadwal harian tersebut disusun sedemikian mungkin agar tidak terjadi tabrakan waktu” tambah yoeke politikus dari fraksi PDIP.

“Bagaimana dengan kiat Bamus DPRD DIY dalam melaksanakan fungsi strategis sehingga dapat mewarnai kinerja DPRD DIY?” Kata Yoeke mengulang kembali pertanyaan ketiga yang diajukan muhaimin dan rombongan. “DPRD DIY memiliki mekanisme bahwa pimpinan tidak boleh ada yang meninggalkan tempat seluruhnya, demikian juga dengan komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan lainnya.” Jelas Yoeke.

Menjawab pertanya ke empat Yoeke menuturkan bahwasanya muatan lokal merupakan hal yang penting untuk dijaga. Caranya dengan memasukkan ke dalam Tata Tertib. “Penggunaan pakaian lurik sebagai busana khas DIY serta penggunaan bahasa Jawa pada diterapkan pada hari tertentu.” Jelas Yoeke. Yoeke menuturkan diaturnya penggunaan pakaian lurik serta penggunaan bahasa jawa di hari tertentu tersebut agar budaya jawa dapat terlestarikan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*