Dukungan infrastruktur  bagi wisata di gunung kidul

forum diskusi wartawan mengambil tema Dukungan infrastruktur bagi wisata di gunung kidul mengundang narasumber dari Dinas PUESDM DIY, Dinas PU gunung kidul dan camat kecamatan patuk . Telah diundang wakil bupati gunung kidul namun karena masih adanya kegiatan kantor yang penting tidak bisa hadir dalam diskusi.

Forum diskusi di buka oleh Sekretaris DPRD DIY ir. Drajad Ruswandono menjelaskan bahwa Kegiatan diskusi ini merupakan diskusi ketiga yang pernah diadakan oleh DPRD DIY di gunung kidul, pertama Goa pindul, kedua Pantai indrayanti, dan ketiga sekarang Embung  Nglanggeran.

wilayah Gunung Kidul yang beberapa tahun terakhir mendapat kunjungan tertinggi diantara wilayah lainnya di Yogyakarta. Hingga kurang lebih 3juta pengunjung di akhir tahun 2015. Dengan adanya akses jalan serta sarana dan prasarana yang memadai akan menjadikan potensi wisata di Gunung Kidul ini menjadi tujuan utama wisatawan khususnya yang berasal dari luar daerah Yogyakarta sendiri. Diskusi ini untuk menyerap informasi terbaik agar sejalan dengan Konsep pengembangan DIY yang utama: pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

SAMSUNG CSC

Kepala Dinas PU Gunungkidul Edi Praptono menjelaskan pembangunan JJLS sendiri memiliki manfaat selain sebagai akses untuk mempermudah atau mendukung wisata juga merupakan akses mudah menuju bandara Kulon Progo (masih dalam rencana)

Pembangunan JJLS sendiri mengalami kendala yaitu berupa keterbatasan dana, dimana 90% berasal dari provinsi dan 10% berasal dari kabupaten, oleh karena itu adanya kucuran dana yang berasal dari dana istimewa sangatlah membantu dalam proses pembangunan JJLS ini.

Jadi tugas pemkab selanjutnya adalah melakukan pembebasan lahan, karena akan dibangunnya secara merata JJLS ini mulai dari jalur utama lintas provinsi hingga lintas kabupaten. Misalnya saja jalur utama yaitu dari Prambanan- Boko- Ngoro oro- Tawang Pathuk- Nglanggeran yang rencananya akan bisa dilanjutkan sampai ke lintas selatan.

Tidak hanya jalanan  kita juga memberi perhatian perbaikan layanan serta penambahan layanan berupa sanitasi, jaringan, serta masalah sampah karena tidak adanya TPA di sekitar pantai tersebut sehingga sampah baru bisa diambil sekitar 3-4hari sekali yang tentu saja mengganggu. Juga Pembangunan WC umum di tiga tempat wisata yang sudah direncanakan sebelumnya semoga dapat terealisasi dalam waktu dekat.

Dinas PUESDM DIY, yang di wakilkan oleh staff cipta karya Dibyo Saputro  dalam mendukung pariwisata PUESDM Merealisasikan program WPS (Wilayah Pengembangan Strategis), misalnya Jogja-semarang-Solo. Program KSPN (kawasan strategis pariwisata nasional) contohnya KSPN Borobudur, selanjutnya ada juga di Kec.Samigaluh dan Kalibawang di Kab. Kulon Progo. Kita mempunyai guidance yang jelas untuk mendorong infrastruktur di DIY.

Perbaikan layanan berupa infrastruktur, PFAM, dan sanitasi atau pengolahan limbah yang harus terus ditingkatkan. Apabila dapat terealisasi maka dampak yang dirasakan: a. kumuh menjadi hilang, b. mengembangkan dan meningkatkan potensi, dan c. masyarakat punya kemampuan dan keinginan untuk turut serta menjaga dan melestarikan.

Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi dalam upaya mendukung pariwisata di patuk kami berprinsip one village one corporation, one village one program. Camat Patuk sendiri banyak melakukan inovasi kepada masyarakatnya dengan dibantu oleh KKN dari beberapa universitas guna pemberdayaan desa khususnya wilayah Kecamatan Patuk yang dikelompokkan berdasarkan potensi masing-masing desa, misalnya di Desa Bunder dengan Kampung Coklatnya sehingga akan dihasilkan produk olahan coklat. Tapi sayangnya banyak diantara produk lokal ini masih dilabeli oleh orang asing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*