Forum Advokat Muda (FAM) PERADI DAN PERMAHI DIY tolak RUU ADVOKAT

DSC_0316Wakil Ketua DPRD DIY sementara Arief Noor Hartanto,SIP dengan didampingi Anggota  DPRD DIY Chang Wendryanto,SH telah menerima audiensi  dari  Forum  Advokat Muda Peradi DIY ( DPC Peradi Kota Yogyakarta, DPC Peradi Bantul, DPC Peradi Sleman) dan DPC Permahi Yogyakarta terkait Penolakan  RUU Advokat yang saat ini sedang dibahas di DPR RI. Berkaitan dengan hal tersebut maka Forum Advokat Muda Peradi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sikap “Menolak Rancangan Undang-undang Advokat dan terhadap proses yang saat ini sedang berlangsung di DPR RI mohon untuk segera dihentikan”

 Syafei, Ms.SH dari DPC Bantul menyampaikan RUU Advokat yang sedang dibahas di DPR RI lebih banyak muatan politik oleh segelintir orang dari pada mengakomodir kepentingan Advokat Indonesia. Justru UU Advokat Nomor 18 Tahun 2003 telah memperkuat kelembagaan Advokat termasuk fungsi kontrol terhadap kualitas dan kapasitas SDM Advokat. RUU Advokat berpotensi sangat besar melahirkan konflik keorganisasian, serta rawan di intervensi oleh Pemerintah dimana seharusnya profesi Advokat itu independen dan jauh dari kekuasaan pemerintah Terkait dengan sistem multi bar dinilai, kebebasan berserikat memang dijamin konstitusi. Namun diperlukan wadah tunggal untuk advokat agar dalam memberikan standar lisensi ujian dan pendidikan Advokat, menjalankan fungsi control, serta pemberian sanksi dilakukan oleh satu organisasi induk Advokat bagi para Advokat yang melanggar kode etik.

Terkait Dewan Advokat Nasional (DAN), nilai konsep dewan dalam rancangan Undang-Undang Advokat harus dihapuskan. Karena konsep dewan Advokat nasional bertentangan dengan prinsip independensi advokat sebab dalam Rancangan Undang-undang disebut Dewan Advokat Nasional (DAN) adalah diusulkan oleh Presiden dan dipilih oleh DPR.

 Irsyad thamrin SH dari DPC Kota Yogyakarta Terkait Advokat sebagai mitra Aparat Penegak Hukum, kedudukan profesi Advokat harus sejajar dengan aparat penegak hukum lainnya seperti Polisi, Jaksa dan Hakim.

Prayoga dari Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Kami tidak ikut ikutan Peradi atau menjadi bagian Peradi. Setelah kajian dari kami, dalam proses RUU ini menuai banyak permasalahan seperti telah di sebutkan. Menurut kami dengan RUU Advokat legalisasi ini menimbulkan perpecahan advokat nanti adanya raja-raja kecil. Sikap kami demi keadilan menolak RUU advokat. Kuatkan independensi advokat yang harusnya ada di dalam RUU. Kami mendukung single bar untuk organisasi advokat.

Wakil Ketua sementara DPRD DIY (Arief Noor Hartanto, SIP) bersama Anggota DPRD DIY (Chang Wendryanto,SH)  mengucapkan terima kasih atas kehadiran Forum  Advokat Muda Peradi DIY ( DPC Peradi Kota Yogyakarta, DPC Peradi Bantul, DPC Peradi Sleman) dan DPC Permahi Yogyakarta, semoga apa yang menjadi perjuangan dapat menjadi kenyataan

Terkait aspirasi yang di sampaikan ke DPRD DIY tentang penolakan pembahasan Rancangan Undang-Undang Advokat yang saat ini sedang dibahas di DPR RI. DPRD DIY akan meneruskan ke DPR RI dengan tembusan   kepada Kementerian Hukum dan Ham  RI, Pimpinan Fraksi-Fraksi DPRD DIY dan Forum  Advokat Muda Peradi DIY ( DPC Peradi Kota Yogyakarta, DPC Peradi Bantul, DPC Peradi Sleman) dan DPC Permahi Yogyakarta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*