Forum Diskusi Wartawan dengan tema “ Pengelolaan Sampah”.

Senin, (9/03) bertempat di Ruang Rapur Lantai 2 terselenggara Forum Diskusi Wartawan dengan tema “ Pengelolaan Sampah”. Acara ini di isi oleh Narasumber, Kus Pramono ST (Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air mineral perkotaan Dinas PUP dan ESDM DIY), Dr. Ir. Sarto, M.Sc (Dosen Jurusan Teknik Kimia FT. UGM) dan sebagai Moderator Santoso Suparman (Wartawan ANTV)

DSC_0145Sebagai prolog Forum Diskusi Wartawan moderator mempersilahkan ketua rombongan Kunjungan Kerja Wartawan Unit DPRD DIY ke Sulawesi Tenggara di pimpin saudara Ruli menjelaskan beberapa hal yang didapat dari kunjungan ke Kendari Sulawesi Tenggara.  Terdapat suatu hal yang menarik dari kunjungan tersebut yaitu pengelolaan sampah di Kendari sudah dapat digunakan menjadi energi listrik yang di hasilkan dari Gas metan. Proses dari gas metan hingga menjadi listrik adalah sampah yang terkumpul dengan metode Sanitary Landfill kemudian di salurkan melalui pipa atau saluran yang terhubung dengan mesin mobil yang telah di modifikasi. Gas sebagai ganti bahan bakar minyak menggerakkan mesin yang terhubung dengan generator sehingga generator dapat menghasilkan listrik. Energi listrik tersebut di gunakan oleh perumahan para pemulung yang lokasinya dekat dengan TPA.

DSC_0171Kus Pramono menjabar kan Saat ini TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Piyungan sudah terisi 1,736 juta meter kubik. Padahal kapasitasnya sekitar 2,4 juta meter kubik dan diperkirakan akhir 2016 sudah penuh.Dari rekapitulasi yang dilakukan oleh Sekber Kartamantul volume sampah dari Oktober 2013-September 2014 sekitar 158.829 ribu ton per tahun, ada sekitar 400 pemulung dan sekitar 500 ekor sapi. Kondisi lingkungan buruk (bau menyengat, air tanah dan udara).

Biaya operasional TPA Piyungan tahun 2015 menggunakan APBD sharing  kabupaten/ kota.  Besarnya ditentukan jumlah sampah yang dibuang setiap tahun. Pengelolaan sampah di TPA dibagi menjadi tiga zone yakni zone 1, zone 2 dan zone 3.

Selama ini TPA Piyungan menggunakan metode pengelolaan sampah open dumpingcontrol landfill dan tahun 2015 didorong dari open dumping ke sanitary landfill dan ditarget 60 persen dengan sanitary landfill. rencana pengelolaan sampah di TPA Piyungan tahun anggaran 2015, sesuai kebijakan UU dan kondisinya yang sudah hampir optimal di samping perlu ada penambahan lahan, juga ada pemrosesan, Amanat Perda tentang Pengelolaan Sampah, harus dilakukan pemilahan sampah.

Untuk pemilahan sampah ini lebih digalakkan dari sumbernya, sehingga sampah yang dibuang ke TPA Piyungan harus seminimal mungkin. Sampah yang belum dipilah akan didenda tiga kali biaya retribusi sebesar Rp 24.383 per ton. Untuk itu Pemda DIY akan membangun Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu di TPA Piyungan untuk mengolah kompos dan akan menambah tenaga kerja dengan menggunakan fasilitas pemulung. Permasalahan Saat Ini diantaranya  adalah metode  masih menggunakan motode Open Dumping, Masalah lingkungan sosio-ekonomi (misalnya, pemulung dan sapi), Dana yang terbatas, Belum ada Pemanfaatan Sampah menjadi Energi, dan Sampai saat ini belum ada TPST di TPA.

Solusi Pengolahan TPA Piyungan akan menggunakan Metode Sanitary Landfill sesuai perencanaan awal (Undang-Undang No.18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah), Melakukan pendekatan kepada pemulung dan pemilik sapi, Pengelolaan TPA Piyungan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY , Pemanfaatan Sampah menjadi Energi melalui kerjasama dengan Bidang ESDM Dinas PUP-ESDM Daerah DIY. Tahun 2015 dikelola kembali oleh Pemda DIY, dibawah Dinas PUP-ESDM DIY, Diusulkan penambahan tupoksi pada UPT Balai IPAL menjadi Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (Pergub no 82 dan 84 Tahun 2014).

Rencana Pengelolaan Sampah tahun 2015 diantaranya: Persiapan pengembangan TPA diadakan di Piyungan sesuai dengan kebijakan Pusat dan daerah diusulkan penambahan lahan dan pemikiran pemrosesan sampah yang ramah lingkungan secara bertahap. Mereview kembali kondisi saat ini dari semua aspek, Mengecek kembali system penimbangan sampah, Melakukan pemilahan sampah secara lebih detail, Pemrosesan secara biologi (biological treatment) untuk pengolahan air lindi, Pendaurulangan sampah (proses penggunaan kembali, dikirim ke produsen dll), Pemrosesan sisa, Residu diproses dulu agar aman untuk ditimbun, Penimbunan dengan Sanitary Landfill.

“Karena itu pada 2016 mendatang akan dilakukan perluasan TPA Piyungan seluas 1,5 hektare. Sedangkan sekarang luas TPA Piyungan sekitar 10 hektare. Sebetulnya sudah mengajukan usulan untuk perluasan lahan tahun 2015, tetapi permintaan dari masyarakat harga tanah melebihi standar.

DSC_0189Dr. Ir. Sarto, M.Sc sebagai bagian dari Tim Waste Refinary Center Fakultas Teknik UGM (WRC).  Yang telah punya pengalaman Diantara Rekam jejak WRC, Pengelolaan sampah Pasar Pandansari  dan integrasi dengan IPAL Margasari Kota Balikpapan. Dan Pengelolaan sampah buah menjadi energi di pasar Gemah Ripah Gamping Sleman Yogyakarta dengan kapasitas 4 ton/hari dan potensi listrik yang dihasilkan 550 kWh/hari kerjasama Pemda Sleman, Koperasi Gemah Ripah dan SIDA.

Menjelasakan, Tahapan kegiatan pelaksanaan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh WRC UGM adalah Brainstorming  Pengelolaan sampah, Studi potensi sampah terkait jumlah, jenis dan sumber-sumbernya melalui kegiatan Environmental Review, Studi aspek demografi dan socio-cultural masyarakat, Penyusunan Kebijakan dan Konsep Penanganan, Membuat konsep dan kebijakan yang paling sesuai dengan kondisi yang ada serta menyusun program-program yang dapat diimplementasikan, Uji coba dan Implementasi Konsep (Pilot Project) yang memiliki output sebuah contoh metode, pendekatan dan faktor-faktor pendukung keberhasilan pengelolaan sampah dan  Pendampingan pasca instalasi

Beberapa pemanfaatan pengolahan sampah Organik bisa menjadi biogas, pupuk, briket, pakan ternak, bijih plastik, daur ulang, bahan bakar, dan energi panas.

Oleh karena itu menegaskan Pemilahan sampah menjadi penting, pemilahan ini menjadi Lima: sampah yang mengandung B3 (Bahan Berbahaya Beracun), sampah yang mudah busuk, sampah yang bisa di recycle, bisa digunakan lagi dan lain-lain..

changChang Wendryanto. SH  Anggota Komisi C DPRD DIY, Anggota Komisi C DPRD DIY Chang Wendryanto mengaku prihatin dengan keberadaan TPA Piyungan, di ketahui Piyungan sudah penuh.  Pengelolaan sampah kemudian jangan hanya di Piyungan untuk mengurangi volume sampah. Harus adanya aturan khusus mendukung dalam pengelolaan sampah. Misalnya harus adanya pemisahan sampah oleh masyarakat. Sebaiknya setiap bangunan misalnya hotel sejak awal harus telah mengakomodir pemisahan sampah. Pemerintah juga mendukung pemisahan sampah dengan memfasilitasi untuk pemisahan sampah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*