Forum Diskusi Wartawan Unit DPRD DIY : Goa Pindul, Penopang Perekonomian Masyarakat Sekitar.

DSC_0340 (320x213)Goa Pindul terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul merupakan sentra pariwisata menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Hal itu disampaikan Subagyo, Ketua Desa Wisata Bejiharjo pada acara Forum Diskusi Wartawan Unit DPRD DIY di pendopo Panji Wisata, kompleks wisata Goa Pindul, Sabtu (07/09).. Pengelolaan Goa Pindul sebagai obyek wisata mulai dirintis Subagyo bersama tiga rekannya yakni Tukijo, Suratman dan Waluyo pada tahun 2010. Subagyo tergerak setelah diundang Dinas Pariwisata Gunungkidul untuk sosialisasi desa wisata. Berbekal tekad ingin merubah nasib, Subayo bersama rekan – rekannya mulai membersihkan Goa Pindul yang dulunya hanya dimanfaatkan masyarakat untuk memandikan sapi dan membuang kotoran. “Disatu sisi kami berjuang membersihkan goa disisi lainnya kami harus melawan mitos yang berkembang di masyarakat terkait Goa Pindul,” ujarnya. Waktu itu, penolakan demi penolakan oleh warga kampungnya sendiri datang silih berganti, orang – orang menganggap upaya Subagyo untuk mengelola goa sebagai obyek wisata bisa mendatangkan musibah karena goa tersebut masih sangat disakralkan. “Saya pernah dianggap gila, awal dibuka, dulu warga pernah demo menolak kehadiran pengunjung. Bahkan Orang Tua saya dulu dipaksa untuk ikut menandatangani penolakan,” tutur Subayo.

Akhirnya Goa Pindul saat ini menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Saat ini lebih dari 800 pekerja menggantungkan hidupnya di obyek wisata Goa Pindul baik sebagai pengurus, pemandu wisata, jasa parkir dan lain –lain. “Itu belum masyarakat yang berjualan di toko kelontong, kuliner dan pedagang tiban yang ada di lokasi,” tambahnya. Pemerataan penghasilan diatur oleh pengurus, seperti pemesanan makanan dikerjakan oleh rukun tetangga (RT) yang berbeda-beda sesuai giliran. Adanya Pokdarwis Dewa Bejo , menginspirasi masyarakat untuk ramai – ramai membuat pokdarwis, total ada delapan pokdarwis selain Dewa Bejo ada Wira Wisata, Panji Wisata, Panji Wisata, Tunas Wisata, Panca Wisata, Karya Wisata, Mliwis Putih dan Taruna Wisata. Pemasukan kepada pemerintah desa setempat pun cukup signifikan. “Tahun 2012 kami menyumbangkan penghasilan Rp 25 Juta. Untuk Tahun ini mendapat kewajiban menyetor Rp 75 Juta,” paparnya. (hms.ed)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*