Gelombang Laut Belum Termanfaatkan Sebagai Energi Terbarukan

Yogyakarta-dprd-diy.go.id-Rombongan Panitia Khusus (Pansus) Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil meninjau langsung pemanfaatan energi terbarukan di Parang Racuk di Gunungkidul. Atmaji selaku pimpinan Pansus mengaku ingin mendapatkan informasi langsung pemanfaatan gelombang sebagai energi terbarukan. Namun ketika sampai lokasi, Khairudin Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Gunungkidul menuturkan gelombang saat ini belum dimanfaatkan sebagai energi terbarukan. Khairudin bercerita sebelumnya telah direncanakan pemanfaatan gelombang sebagai energi terbarukan. “Penelitian sudah dilakukan dan gelombang sangat berpotensi, namun terjadi krisis moneter dan akhirnya sampai sekarang belum terlaksana.” Ungkap Khairudin.

Ridwan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku pemanfaatan yang kini tengah dilakukannya bersama tim meliputi tata surya dan angin. Parang Racuk yang terkenal dengan sebutan Baron Technopark telah menghasilkan. Hal tersebut sebagaimana terlihat puluhan batre yang tersimpan di ruang batre. Selain melihat proses pemanfaatan tata surya dan angin, Rombongan Pansus juga melihat langsung proses perubahan air laut menjadi air tawar yang dapat digunakan untuk memasak, minum, mencuci,mandi, dll.

Terkait gelombang, Edy Susila anggota Pansus berharap suatu saat kembali dimanfaatkan. Lobi politik perlu dilakukan untuk mendorong Gubenur supaya berkoordinasi dengan pusat dalam pemanfaatan gelombang sebagai energi terbarukan. “Teorinya memungkinkan, penelitian sudah dilakukan kendalanya kan di kebijakan dan anggaran?” Kata Edy Susila.

Di Parang Racuk, rombongan Pansus juga melihat langsung wisata jam matahari yang berada tidak jauh dari Baron Technopark. Saat sampai di lokasi wisata jam matahari, waktu menunjukkan 13.10. Panas menyengat, tapi keindahan pantai dapat terlihat jelas.

Atmaji mengungkapkan daerah tersebut memiliki potensi tidak hanya pada edukasi Baron Technopark saja, melainkan pariwisata yang perlu dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata. Di Parang Racuk juga sudah terdapat gazebo, serta pondasi bangunan baru yang diakui Khairudin sebagai milik pribadi perorangan. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.