Geopark Global Gunung Sewu Menuju Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional ke-11

Jogja, dprd-diy.go.id – Forum diskusi wartawan digelar pada Selasa (27/12/2016). Diskusi kali ini membahas tentang Geopark Global Gunung Sewu UNESCO menuju destinasi pariwisata prioritas nasional ke-11. Dalam forum ini hadir sejumlah wartawan, mahasiswa, pemerintah daerah, eksekutif, dan pihak Keraton.

Geopark sebagai daya tarik wisata merupakan sinergi dari beberapa hal, salah satunya adalah pariwisata. Budi Martono, General Manager Geopark Gunung Sewu, menegaskan, “Geopark tidak hanya terdapat unsur geologi. Ada pula unsur biologi dan budaya.” Ia juga mengajak agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga Geopark Gunung Sewu, “Marilah kita lindungi geosite. Salah satu caranya adalah dengan membuat atraksi, event atau pentas seni sehingga akan aman dan masyarakat pun terjamin”.

Pengembangan destinasi wisata pun diperlukan oleh Geopark. Pengembangan deestinasi wisata bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata. “DMO merupakan tata kelola pariwisata yang terstruktur dan sinergis dengan peran serta masyarakat, berfungsi sebagai penggerak ekonomi, akselerator citra destinasi, serta peneguh kebanggaan nilai lokal”, ujar Prof.Dr. M. Baiquni, MA, Ketua Program Magister dan Doktor Pariwisata UGM.

Pengembangan wisata Geopark memanfaatkan tiga pilar, yaitu edukasi, konservasi dan community-based tourism. Masyarakat ikut dilibatkan langsung dalam mengelola Geopark. Salah satunya di Gunung Api Purba. Sugeng Handoko, Pokdarwis Nglanggeran ia dan rekannya berencana melakukan peningkatan kapasitas pemilik homestay yang ada di Nglangeran. Selain itu, akan menyasar ke arah safety dan asuransi bagi pengunjung.

Beberapa saran pun diterima untuk menjadikan Geopark lebih baik. Ade Noenwenda, perwakilan dari Green Hotel berpendapat bahwa Geopark Gunung Sewu juga membutuhkan peningkatan dalam bidang SDM seperti pelatihan kepada pengurus yang mengelola situs Geopark. Sarana prasarana, kebersihan dan oleh-oleh juga penting dalam sebuah tempat wisata. Namun, yang tak kalah penting adalah asuransi keselamatan bagi pengunjung wisata.

“Geopark Gunung Sewu diharapkan disamping menjadi heritage geologi, juga menjaga keragaman flora dan fauna yang hidup di dalamnya serta masyarakat yang hidup di wilayah tersebut dan wilayah sekitarnya”, ujar Aris Riyanta, Kepala Dinas Pariwisata DIY. Hal senada juga disampakan oleh Lina Wahyuni, Dosen Ilmu Lingkungan dan Teknologi ITY. “Geopark diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat berbasis budaya dan sosial”. (as)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.