Gerakan Rakyat Tolak RUU Ormas

DSC_0067 (320x213)Selasa (02/07), Gerakan Rakyat (FMN, SEKBER, PEMBEBASAN, SMI, PEREMPUAN MAHARDIKA, HMI-MPO, FPBI, FAM-J, ARENA, ARMP, KPO-PRP) tolak RUU Ormas (Organisasi Masyarakat) dengan cara melakukan demo di depan Gedung DPRD DIY. Menurut mereka RUU Ormas sedang dibuat oleh DPR RI merupakan kebijakan anti demokrasi. Dalam demo tersebut Gertak menyerukan :

  1. Membatalkan pemberlakuan RUU yang anti demokrasi dan bersifat represif seperti RUU Ormas, RUU Kamnas, dan lain-lain.
  2. Kebijakan ekonomi politik Peerintah tentang kenaikan BBM semakin mempertajam jurang si kaya dan si miskin, karenanya pemerintah harus bertanggung jawab atas kenaikan sembilan bahan pokok.
  3. Pemerintah harus membuka demokrasi seluas-luasnya untuk ruang ekspresi politik rakyat Indonesia.

Gerakan Rakyat berharap agar DPRD DIY dapat menyampaikan aspirasi mereka ke pusat. Rombongan pendemo ditemui pimpinan DPRD DIY Tutiek Masria Widyo beserta anggota Komisi D Erwin Nizar. Tutiek berjanji akan menyampaikan aspirasi ke pusat. “Kami akan segera menyampaikan aspirasi melalui faximile ke pusat,” ujarnya. Sedangkan Erwin mengatakan perlu upaya pengajuan uji materiil apabila RUU tersebut sudah benar – benar disahkan. (hms.srd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*