Halal Bihalal Harus Teragendakan Setiap Tahunnya

DSC_0443Pasca liburan hari raya idul fitri, DPRD DIY gelar halal bihalal tepat di hari pertama masuk kerja, senin (11/07/2016). Arif Noor Hartanto dalam sambutannya berharap kegiatan halal bihalal teragendakan setiap tahunnya  sebagaimana sebelum-sebelumnya. Inung sapaan akrab Arif Noor Hartanto memandang halal bihalal merupakan momentum yang amat baik dan strategis sebagai upaya bersama dalam meningkatkan tali silahturahim. “Esensinya adalah agar di antara kita saling mengenal, saling mawas diri, sehingga entitas komunikasi, koordinasi  dan kemitraan semakin meningkat dan semakin baik di masa yang akan datang.” Ungkap Inung yang juga wakil ketua DPRD DIY.

Acara tersebut turut menghadirkan Emha Ainun Najib atau yang sering dipanggil dengan sebutan Cak Nun. Cak Nun, mengungkap bahwasanya halal bihalal hanya ada di Indonesia. Budayawan tersebut juga mengulas idul fitri, apakah kembali ke fitri (suci/ kesejatian) ataukah kembali pada aftor (makan). Jika setelah puasa Ramadhan tidak dapat mengendalikan makan, artinya idul fitri diartikan sebagai kembali makan . “Apa saja di makan.” ungkapnya.

Cak Nun juga mengulas tentang puasa. Ia menyatakan idealnya puasa tidak hanya menahan untuk tidak makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam. Puasa diartikan menahan, hal tersebut dapat dimaknai lebih luas seperti menahan diri dari makan yang berlebihan, menahan diri dari menjual kewenangan atau kekuasaan,dan  menahan diri dari ketidak adilan.

Usai memberikan mauidhoh acara dilanjut doa, penutupan kemudian saling berjabat tangan saling maaf memaafkan. Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan dan anggota DPRD DIY beserta istri dan suami dan sekretariat DPRD DIY. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*